
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam rangka Pengamanan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua, Rabu (20/6/2018) pukul 15.25 WIT tiga pilar, masing-masing TNI, Polri, Linmas dan Tokoh Masyarakat menggelar apel gabungan di Stadion Barnabas Youwe Sentani Kabupaten Jayapura.
Waka Polres Jayapura, Kompol Iif Syarif Hidayat, SH saat memimpin apel menyampaikan, bahwa apel gabungan pengamanan pemilukada Tahun 2018 yang diselenggarakan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Dengan demikian diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal, dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilukada tahun 2018,” ungkap Kompol Iif Syarif Hidayat dalam amanatnya.
Apel tersebut turut dihadiri Kabag Ops Res Jayapura, AKP Roberth Hitipeuw, SH, MH, Kesbangpol Kab. Jayapura, Rustam Mida, S. Sos., M.Kp, Danramil Sentani Kota, Mayor Inf. Jhon F. Dahar, Perwakilan Danlanud Jayapura, Mayor Pom. M. Khairur, Perwakilan Basarnas Jayapura, M. Simbiak, Perwakilan Senkom, Suparto, Ketua Takmir Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Nurdin Samas, S.Hi, Perwakilan Satpol PP Kab. Jayapura, K. Mughiri, para Kapolsek, kasat, perwira dan anggota peserta upacara.
Lebih lanjut Wakapolres Jayapura mengungkapkan, bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat yang dijamin oleh institusi, serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintah.
“Berdasarkan undang – undang dasar 1945, Pilkada merupakan wujud keikutsertaan dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Disamping itu pilkada adalah sarana demokratis untuk menyampaikan aspirasi rakyat, dalam rangka membentuk sistem negara yang legitimate, berkedaulatan rakyat sehingga pemerintah dan pimpinan yang lahir dari hasil pemilihan umum, merupakan kehedak rakyat dan dijalankan sesuai keinginan rakyat,” tuturnya.
Lanjutnya, mengingat arti penting dan strategisnya bagi keberlansungan kepemimpinan daerah, pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai tujuan, maka pada konteks inilah Polri dan TNI serta mitra keamanan lainnya berkewajiban untuk mengawal, menjaga dan mengamankan penyelenggaraan pemilukada tahun 2018.
“Hal ini dilakukan melalui manajemen keamanan yang terpadu dan konprehensif, mengarahkan segala sumber daya yang ada, agar pesta demokrasi ini dapat berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis,” ujar Kompol Iif Syarif Hidayat.
Dengan demikian, diharapkan pemantapan demokrasi dapat terwujud serta menjadi landasan menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Terkait tindak pidana Pilkada, Polri bekerjasama dengan kejaksaan dan banwaslu, diharapkan dapat mengoptimalkan peran sentra Gakkumdu, sehingga dapat menyelesaikan dengan tuntas setiap pelanggaran Pilkada yang terjadi.
“Oleh Karena itu, dalam menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya pemilukadsa tahun 2018, Polri menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan Sandi “ Mantap Praja Matoa – 2018” dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan prefentif, yang didukung kegiatan Intelijen, penegakkan hukum, kuratif dan rehabilitas dalam rangka keamanan setiap tahapan inti pemilukada tahun 2018,” paparnya.
Mencermati tantangan tugas dalam pengamanan Pilkada tersebut, diperintahkan kepada seluruh jajaran, untuk mengawal dan mengamankan setiap tahapan Pilkada dengan sebaik – baiknya serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta Pilkada serta menjamin masyarakat dalam penggunaannya hak pilihnya dengan jernih sesuai hati nuraninya. [loy]










