
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Jajaran kepolisian daerah bakal diturunkan ke jalan-jalan untuk mengamankan malam takbiran dan perayaan hari raya idul fitri termasuk aktifitas masyarakat setelah buka puasa bersama.
Pengamanan malam takbiran ini ditandai apel gabungan yang dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar, MH dengan dihadiri oleh Waka Polda Papua Brigjen Pol Drs Yakobus Marjuki, pejabat utama Polda Papua, dan personil Polda Papua di halaman Mapolda Papua, Kamis 14 Juni 2018 sore.
Dalam amanatnya kapolda Papua menyampaikan didalam rangkaian Ops ketupat ada kegiatan takbiran dan kegiatan masyarakat setelah berbuka puasa cukup banyak dan kalau besok tidak ada halangan maka besok akan 1 Syawal dan kita tunggu ketetapan dari pemerintah.
Oleh karenanya, Kapolda menekan kepada personil Polda Papua untuk lebih mengutamakan pengamanan kegiatan takbiran. Sebab, malam takbiran merupakan fungsi operasional untuk membantu personil polri lain terutama Polres Jayapura Kota, Jayapura dan Keerom. “Apabila mereka saja yang bergerak maka tidak akan mampu dan yang nantinya akan terjadi peningkatan aktivitas setelah buka puasa,” ucapnya.
Terkait pengamanan Mako sesuai instruksi Kapolri, kata Kapolda, personil harus memperkuat pengamanan di markas untuk meminimalisir teror yang menyasar.
“kita harus perlukan kesiapan siagaan para anggota polri dan anggota yang dijalan jalan agar juga selalu waspada jangan menganggap yang terjadi di Surabaya maupun daerah lain tidak terjadi di sini,” tekan Kapolda
Dikatakannya, momen hari raya takbir jadi momen yang penting bagi mereka untuk melakukan penyerangan dikarenakan mereka tidak mengakui ideologi negara, lebih daripada itu setiap anggota diharapkan mampu mengemban fungsi intelejen tanpa batasan pangkat adalah penyelidik.
“ Rekan-rekan diharapkan membantu apabila mendapat informasi agar melakukan pelaporan kepada atasan dan berjenjang untuk diambil keputusan sesuai informasi,” pungkasnya.
Semua anggota Polisi adalah penyelidik sehingga harus memiliki kepedulian terhadap informasi terutama terkait aksi teror. [loy]










