Kapolda : Kalau Setelah 14 Hari Masih Ada Penularan Covid-19 Maka Tutup Total

0
38764
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus waterpauw
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus waterpauw

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam setiap kesempatan menyerahkan bantuan Sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw selalu mensosialisasikan terkait kebijakan pembatasan yang diperketat untuk warga di lima wilayah, yaitu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika, yang efektif mulai Hari Senin (18/5/20).

“Mulai besok akan kita berlakukan pembatasan secara ketat. Ini sudah menjadi kebutusan bersama para pimpinan daerah bersama gubernur,” ungkapnya dalam kesempatan menyerahkan bantuan Sembako di Persekutuan Doa Alfa Omega Sentani, Minggu (15/5/20).

Dijelaskan, bahwa pembatasan aktifitas masyarakat yang diperketat tersebut karena masih terjadi penularan corona virus desease 2019 (Covid-19), yang dikenal dengan transmisi local, setelah lalu lintas manusia lewat bandara dan pelabuhan ditutup.

“Mudah-mudahan kita kerja dua minggu ini hasilnya maksimal, artinya angka positif Covid-19 ini menurun,” harap Kapolda.

Kapolda menegaskan, bahwa keberhasilan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 sangat membutuhkan peran serta masyarakat.

“Untuk itu butuh peran serta masyarakat, tidak keluar rumah, nikmati apa yang ada, pakai masker bila terpaksa keluar rumah,” tandasnya.

“Nanti setelah tanggal 4 Juni, virus ini tetap ada, kita tutup total dan tidak ada yang boleh keluar rumah,” tandas Kapolda Waterpauw lebih lanjut.

Kapolda pun berharap kepada para jemaat dan pemimpin gereja yang hadir bisa melanjutkan pesan tersebut kepada keluarga dan tetanga di sekitar tempat tinggalnya.

“Sekarang tinggal pilih, mau tinggal di rumah atau diisolasi di rumah sakit,” tandasnya lagi.[yat]