Wakapolda Papua Buka Puasa Bersama Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki bersama beberapa Pejabat Utama Polda Papua buka puasa bersama para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (08/06/2018)

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan karena Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar tidak bisa hadir dalam acara silahturahmi tersebut.

“saat ini Kapolda sedang berupaya menicptakan kamtibmasn yang kondusif bagi seluruh masyarakat Papua. Keamanan sekaran ini sudah terbukti lebih baik ketimbang lima tahun lalu, sehingga aktivitas masyarakat di Papua bisa berjalan dengan aman dan lancar” kata Wakapolda.

Lanjutnya, terkait konflik yang terjadi di Wouma Wakapolda menjelaskan bahwa kejadian yang terjadi di daerah tersebut adalah ulah oknum warga yang mengonsumsi minuman keras sehingga terjadi saling bakar dan serang. “itu diluar Jayapura dan para oknum tersebut akan segera ditindak tegas” tambahnya.

Wakapolda juga mengungkapkan, untuk menciptakan situasi yang kundusif di Papua, Polda Papua saat ini telah menjalin kerjasama dengan masyarakat maupun tokoh agama.

“kita tiap bulan mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama  untuk melakukan doa dan puasa bersama dan nantinya pada tanggal 11 dan 12 tokoh agama dan masyarakat akan  kumpul untuk melaksanakan doa dan puasa bersama” ungkapnya.

“Diperlukan kerja keras TNI, Polri dan masyarakat ada 6 faktor yang menentukan pilkada damai dan bukan hanya tugas dan tanggungjawab kepolisian semata” katanya.

Enam faktor tersebut adalah KPU dan penyelenggara harus independen, Polri dan TNI harus netral, Pemda sebagai fasilitator agar tidak menggunakan fasilitas Negara dan ASN tidak boleh politik praktis, para peserta pilkada harus mempunyai kesadaran hukum dan semua stakeholder harus menjamin pilkada yang bermartabat.

“pelaksanaan Pilkada dijamin oleh undang-undang,  tidak ada yang menggangu dalam menjalankan ibadahnya. Diharapkan semua permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan serta tidak boleh main hakim sendiri” ujarnya.

Sementara itu, Ustad Mualimin Amin dalam kesempatannya menyampaikan situasi di pondok pesantren sampai saat ini aman. “Keamanan itu penting biar bagaimanapun kita kaya kalau tidak nyaman tidak ada manfaatnya dan di bulan suci ini Alquran diturunkan ke bumi” tukasnya.

“Allah telah menurunkan empat kitab Zabur, kitab taurat, kitab Injil, kitab Al-Qur’an dan ini menjadi petunjuk karena Allah tau Manusia diciptakan akan banyak terjadi persoalan hidup.

Allah telah menurunkan surat cinta berupa kitab suci yang disana terdapat petunjuk kepada umat manusia. Kewajiban kita terhadap kitab suci banyak membaca dan sungguh-sungguh memahaminya. Al-Qur’an sifatnya ada dua yakni mengobati dan memberikan rasa tenang. Kami mengucapkan terimakasih atas kunjungannya semoga selalu sehat dan ditambahkan rezekinya” tandasnya. [abe]