Genjot Pembangunan PON XX di Lima Wilayah Adat, DPR Papua Bentuk Pansus

513

JAYAPURA,  PapuaSatu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Papua membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal proses pembangunan persiapan PON XX yang akan berlangsung pada tahun 2020 mendatang.

Anggota DPR Papua, Thomas Sondegau ST mengatakan, Pansus ini sudah mulai dibentuk dan masing-masing Fraksi maupun Komisi-komisi menawarkan perwakilanya sebanyak 2 orang.

“Pansus ini sudah kita bentuk pada hari ini. Kita berharap setelah terbentuknya Pansus ini bisa dilakukan pemilihan ketua serta pengurus Pansus lainnya,” katanya kepada wartawan di DPR Papua, Senin (14/01/2019) siang.

Politisi Partai Demokrat ini menuturkan, pansus yang dibentuk ini untuk memperketat pembahasan mengenai anggaran serta kegiatan-kegiatan apa saja yang selama ini dilakukan oleh Dinas-dinas terkait.

“Bukan hanya itu,  Pansus akan mengawal kegiatan fisik dana non fisik yang selama  ini dikerjakan eksekutif baik itu di Dinas PU mapun Dinas  pemuda dan Olahraga,” ucapnya.

Lanjut Thomas, Pansus menginginkan agar di sisa 1 tahun menghadapi PON XX tahun 2020 yang akan datang harus lebih genjot lagi proses pembangunan untuk fasilitasi PON 2020.

Bahkan beberapa tempat yang harus dibenahi di lima wilayah adat harus dilakukan. Lima wilayah adat ini yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Wamena, Merauke, Timika serta Biak. “Sisa setahun lagi dan banyak yang harus dibenahi seperti beberapa GOR yang kurang terpelihara,” kata Thomas.

Pembenahan tersebut tentunya akan membutuhkan anggaran, maka itu pansus dibentuk juga untuk menghindari anggaran agar tidak tumpang tindih.

“Kita harus terhindar dari anggaran yang tumpah tindih ketika ada anggaran dari kabupaten maupun anggaran dari provinsi maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena akan banyak pembiayaan juga dari dana APBN tersebut,”tegas Thomas kepada media.

Thomas menandaskan, dengan adanya pansus, maka diharapkan tidak menimbulkan omongan dari masyarakat yang selalu mempertanyakan tentang PON XX apakah akan direalisasikan atau tidak.

“Kita harus membuktikan bahwa di sisa satu tahun sudah bisa terlaksana dengan baik. Apalagi di , akhir tahun ini Gubernur sudah meresmikan lapangan Mandala mengingat lapangan tersebut yang telah menghabiskan dana senilai 60 milyard,” ujarnya.

Disamping itu, Pansus ini akan memikirkan dari awal pelaksanaan PON hingga selesainya pelaksanaan PON nanti. Bahkan,  Selesa PON harus dipikirkan kembali fungsi kegunaan gedung sudah dibangun.

“Harus ada Dinas yang mengelola sehingga semua gedung bisa dipakai. Tidak akan mubazir lagi nanti,” ungkap Thomas. [ayu/loy]