Komisi V DPRP Papua Hearing Dialog Bersama Masyarakat Arso 6

0
68
Caption : Ketua dan Anggota Komisi V DPR Papua, saat melakukan hearing dialog dengan masyarakat Arso 6, Sabtu (28/09/2019)
Caption : Ketua dan Anggota Komisi V DPR Papua, saat melakukan hearing dialog dengan masyarakat Arso 6, Sabtu (28/09/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Komisi V DPRP Papua yang membidangi pendidikan, kesehatan dan olahraga melakukan hearing dialog bersama masyarakat arso 6 di Balai Kampung Yanmua, Kabupaten Keerom, Sabtu (28/9/2019).

Dalam hearing dialog tersebut, Anggota Komisi V DPRP Papua, Bobirus Jikwa mengatakan, dirinya bersama rombongannya memilih melakukan hearing dialog di Arso 6 karena masyarakat di Keera merupakan masyarakat yang majemuk.

“Masyarakat di sini majemuk, terdiri dari berbagai suku dari pelosok Nusantara. Saya senang karena masyarakat disini berbondong-bondong datang meskipun hujan,” kata Bobirus dihadapan masyarakat.

Sementara itu, kepada PapuaSatu.com, Bobirus menuturkan bahwa seluruh anggota Komisi V DPR Papua bertemu dengan masyarakat karena ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat, terutama dalam dunia pendidikan. Apalagi  di tahun 2019 bahwa SMA/SMK telah ada peralihan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi.

“Kami lebih ingin mendengar langsung bagaimana dunia pendidikan di Kabupaten Keerom, sehingga kami bahas di DPR Papua untuk memecahkan apa yang dihadapi oleh para murid maupun para guru di kabupaten Keerom ini,” ujarnya.

Bukan hanya dalam dunia pendidikan, Komisi juga mendengar dan melihat beberapa venu di kabupaten Keerom. Sebab, tahun 2020 akan ada pelaksanaan PON XX di tanah Papua. “Ya, kami ke sini juga menanyakan bagaimana tanggapan masyarakat tentang hal tersebut,” ujarnya.

Bobirus mengakui bahwa ada beberapa kendala yang dihadapan masyarakat, namun semuanya akan dirangkumkan untuk nanti dibahas di DPR Papua yang selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah, sehingga setiap keluhan atas kendala yang dihadapi masyarakat dapat terlaksanakan.

“Masalah yang dihadapi masyarakat, seperti kesehatan dan pembanguan Venu-benu yang imbasnya berdebu, sehingga mengganggu kesehatan masyarakat setempat,”  papar dia.

Hal lain yang menjadi keluhan masyarakat yakni, tidak dibersihkan drainase dengan baik sehingga menjadi rendah dan mudah banjir saat musim hujan.

Oleh karena itu, Komisi V DPRP berharap Keerom dapat menghasilkan hasil kebun seperti sayur-sayuran, buah-buahan yang baik untuk PON XX 2020 mendatang.

“Saya mau untuk PON XX 2020 untuk makanan yang dikonsumsi oleh atlet serta seluruh kontingen yang bisa memakan sayur-sayuran dan buah-buahan yang ditanam di Keerom. Maka, untuk kedepannya aspirasi masyarakat ini akan kami tampung dan kami bahas untuk segera ditindaklanjuti,” pungkas Bobirius Jikwa. [ayu]