Ondofolo Sentani Minta Tidak Ada Kegiatan Politik Terkait Kematian Almarhum Theys

Ondofolo Sentani Yanto Eluay
Ondofolo Sentani Yanto Eluay

SENTANI, PapuaSatu.com Ondofolo Sentani Yanto Eluay, yang juga merupakan anak dari Almarhum Theys H. Eluay meminta kepada semua pihak baik kelompok maupun perorangan untuk tidak memanfaatkan hari kematian orang tuanya untuk kepentingan politik.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Yanto Eluay mewaikili keluarga sekaligus sebagai Ondofolo Sentani di Pendopo, Sentani kabupaten Jayapura, pada Senin (10/2021).

Yanto menegaskan, sebelumnya keluarga besar almarhum Theys Eluay telah melakukan deklarasi damai pada tanggal 10 November 2018. Dimana dalam deklarasi damai itu ada pernyataan sikap yang disampaikan.

“Dalam pernyataan sikap tersebut diatas adalah, kami memaafkan dan mengampuni semua pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus penculikan dan pembunuhan almarhum orang tua kami,” ujarnya.

Yanto Eluay menyebutkan, Keluarga They ELuay telah mencabut laporan kasus penculikan Theys Eluay sebagai kasus pelanggaran HAM, karena keluarga sudah mengampuni dan memaafkan secara total dan menyampaikan bahwa kasus Theys Eluay sudah dicabut. “Kasus itu jangan sampai lagi jadi kasus pelanggaran HAM,” cetus dia.

Yanto menyampaikan bahwa selama ini kasus theys eluay selalu dijadikan komoditas oleh LSM dan juga oleh masyarakat lainya, oleh sebab itu, kami sudah menghentikan resmi lewat keluarga , bahwa theys adalah tokoh yang berjuang untuk kepentingan masyarakat papua.

“Jadi status Theys Eluay sebagai tokoh papua merdeka kami sudah hentikan, kami ketahui bahwa orang tua kami sepanjang hidupnya bekerja untuk kepentingan negara Republik Indonesia, beliau salah satu tokoh yang mewakili masyarakat Papua khususnya kabupaten Jayapura dalam proses Perjuangan Pepera, 1026 tokoh-tokoh Papua mencetuskan pendapat rakyat bahwa memutuskan bagian dari NKRI, saat itu salah satunya adalah almarhum bapak kami Theys Eluay,”  ujarnya.

Untuk itu menghimbau jangan ada pihak yang memanfaatkan momen ini sebagai kegiatan-kegiatan politik, status politik Papua didalam NKRI sudah final. “Mari kita fokus memajukan kesehjahteraan masyarakat papua,  jangan lagi kita ikut menyuburkan, mempermasalahkan dan mempersoalkan proses integarasi papua barat kedalam NKRI,” tegad Yanto Eluay.

Pada kesempatan terpisah, tokoh agama Pdt. Jones Wenda mengajak semua masyarakat untuk selalu menjaga sitkamtibmas yang aman dan damai, jangan membuat aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

“Mari kita jaga sitkamtibmas yang lebih baik lagi, jangan terprovokasi dengan aksi-aksi politik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak,” imbuhnya.

Pdt. Jones juga akan megeluarkan himbauan sitkamtibmas melalui BPHS KINGMI sehingga dengan surat himbauan yang dikeluarkan dapat memberikan dampak yang baik kepada sitkamtibas di Papua. [redaksi]