JWW : Sistem Noken Hanya Menghilangkan Hak Demokrasi OAP

Penggunaan noken dalam Pilkada Papua. Foto : Reuters

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Penggunaan sistem noken dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Papua menurut calon gubernur Papua nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo adalah suatu bentuk diskriminasi terhadap Orang Asli Papua (OAP).

“pemilu itukan seharusnya berlangsung umum, bebas dan rahasia. Tapi kalau pakai sistem noken ini rahasianya itu tidak ada. Karena ketahuan pemilih itu memilih siapa saat masukan surat suara kedalam noken” kata Wempi Wetipo di Kantor Sekretariat DPD PDI-Perjuangan, Kotaraja, Jayapura, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa dengan nama JWW ini juga mengatakan bahwa yang perlu dikhwatirkan dalam pelaksanaan Pilkada ataupun pemilu di Papua yang menggunakan sistem noken ini adalah kampung-kampung terjauh yang aksesnya agak sulit.

Karena menurutnya di kampung-kampung tersebut bisa saja terjadi kecuurangan yang dilakukan oleh oknum pendukung calon tertentu sehingga surat suara tidak sampai ke distrik ataupun kampung.

Diungkapkan JWW, hal seperti inilah yang perlu dikhawatirkan. Sehingga dirinya berharap jangan lagi ada sistem noken dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Papua.

“sistem noken ini adalah pembelajaran demokrasi yang tidak bagus.  kenapa saya bilang tidak bagus, karena masa dari tahun ketahun itu kita dianggap ketinggalan terus. Itu tidak boleh, kita harus semakin berkembang tidak boleh kita semakin tertinggal” ujarnya.

“Kalau kita terus gunakan sistem noken, orang diluar akan bilang kalau orang Papua itu tertinggal dan ketinggalan jaman. Asumsi ini harus kita hilangkan. Bahwa persoalann begini kalau di bawa ke MK. Hakim MK juga jangan asal putuskan. Jadi harus mendapatkan masukan dari masyarakat adat dan pakar dari Papua untuk perlu tidaknya menggunakan sistem noken dalam Pilkada di Papua” tambahnya.

Lanjutnya, demokrasi sesungguhnya adalah kebebasan masyarakat untuk memilih pemimpin baik itu bupati/walikita, gubernur maupun para wakil rakyat di parlemen.

“jangan ada lagi sistem noken, karena menghilangkan hak demokrasi rakyat Papua. Kalau saya dengan pak Habel terpilih nanti kita akan urus barang ini ramai-ramai supaya tidak menggunakan sistem noken lagi” tandasnya. [abe]