Pelayanan Kesehatan di Keerom Jadi Fokus Utama JOSUA

899

Serlina Korwa saat memberikan pertanyaan kepada calon gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo. Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pasangan calon gubernur – wakil gubernur Papua nomor urut 2 Jhon Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (Josua) menggelar kampanye tatap muka bersama warga Arso, Kabupaten Keerom, Rabu (21/03/2018).

Dalam kampanye tatap muka yang dihadiri sedikitnya 500 pendukung dan simpatisan Josua di Lapangan Arso Swakarsa langsung melakukan dialog bersama dengan warga setempat terhatap kondisi yang dialami warga selama beberapa tahun terakhir.

Serlina Korwa salah satu perwakilan wanita, mengaku sebagai kader Posyandu ia mempertanyakan fungsi dari kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, menuyrutnya, kehadiran BPJS sering terjadi permasalahan dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan.

Serlina Korwa saat memberikan pertanyaan kepada calon gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo. Foto : Arie Bagus/PapuaSatu.com

“Saya kader Posyandu dan saya sering melayani masyarakat di sini (Posyandu). Jadi kurang lebih saya tahu sedikit tentang keadaan masyarakat di sini. Saya mempertanyakan fungsi BPJS itu,” ungkap Serlina seraya meminta penjelasan dari John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae selaku calon Gubernur Papua dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023.

Serlina menegaskan, pihak RSUD Kwaingga sering menolak untuk melayani pasien BPJS dengan, banyak warga Kabupaten Keerom yang nomor seri kartu BPJS-nya terdaftar di luar Kabupaten Keerom. Padahal pasien tersebut merupakan masyarakat pendatang yang lahir besar di kabupaten Keerom.

“Saya bicara untuk teman-teman pendatang karena saya ketemu sendiri di RSUD. Kasihan orang Arso II ini punya BPJS tapi tidak bisa digunakan, karena BPJS itu terdaftar di Kota Jayapura. Anak mereka sakit parah tapi keluarga mereka minta dibayar, padahal sudah ada BPJS,” katanya.

Jikalau Josua menyamaratakankan seluruh pelayanan kesehatan di Papua tanpa pandang bulu baik itu Orang Asli Papua maupun non Papua, maka ia  mempertnayakan kenapa BPJS-nya tidak berlaku kabupaten Keerom, khususnya di Posyandu Arso II.

Serlina juga mengaku pernah memberikan marganya kepada warga non Papua yang telah tinggal dan menetap di Kabupaten Keerom untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSUD Kwaingga.

Satu-satunya, masyarakat Non Papua mendapat perawatan medis, maka disarankan kepada setiap pasien untuk menggantikan marga menjadi marga asli Papua. “Mereka terpaksa harus memberikan marga asli Papua karena mereka harus mendapatkan pelayanan medis, karena mereka tidak mampu membiayai perawatan,” katanya.

“Mereka yang tidak mampu, orang merantau saya bantu juga untuk berobat di RSUD dan saya yang antar. Tapi kasihan karena orang pendatang dan rambutnya lurus diminta bayar sedangkan masuk di loket bayar biaya pendaftaran, bayar hasil tes darah dan sebagainya termasuk obat”.

“Karena lihat ini bayar terus saya langsung menghadap dokter dan meminta untuk diberikan keringanan dan dokter itu menyarankan saya untuk kasih marga saya kepada anak itu supaya dia bisa dapat bantuan untuk pelayanan. Akhirnya saya kasih saya punya marga ke anak itu jadi Aco Iqbal Korwa. Dan akhirnya mendapatkan pelayanan gratis dari rumah sakit sampai keluar” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dalam Pilgub tahun 2018 agar dapat menyejajarkan Orang Asli Papua dan non Papua. “Tolong supaya tidak membedakan asli Papua dan non Papua, itu harus disejajarkan” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut calon gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo (JWW) mengatakan, meski tidak mengetahui secara pasti alur penggunaan dari Kartu BPJS ini namun  hal ini juga akan menjadi perhatian serius jika dipercayakan rakyat  sebagai Gubernur Papua nanti.

“Seharusnya BPJS itu berlaku dimana saja seperti KTP. Karena KTP inikan untuk seumur hidup kecuali kalau saya mau pindah ke daerah lain barulah saya urus domisilinya tapi KTP-nya tetap sama. Dan seharusnya BPJS ini demikian. Hal ini akan jadi perhatian kita” kata JWW.

Soal apa yang disampaikan oleh Serlina menurut JWW itu adalah benar. Karena beberapa waktu lalu dirinya pernah bertemu dan mendengar semua keluhan dari warga setempat.

“waktu itu mereka bilang, bapa kami ini juga orang susah tapi ternyata kita diperlakukan tidak sama dengan saudara-saudara kita yang lain padahal pemimpin Papua ini kita pilih sama-sama bukan hanya saudara-saudara saja (OAP)” kisah JWW.

“saya mau kasih tahu hari ini, setuju atau tidak setuju, kita akan gratiskan semua pelayanan kesehatan di rumah sakit ini akan kita gratiskan semuanya. Itu yang akan kita lakukan” ujarnya.

Hal tersebut akan dilakukan pihaknya agar dapat meningkatkan derajat hidup masyarakat Papua. “Jadi kalau Tuhan berkenan saya dengan pak Habel pimpin Papua lima tahun kedepan, kita akan titip uang untuk melayani warga tanpa membedakan suku, ras, dan agama supaya tidak ada lagi Iqbal Korwa seperti yang ibu susetr tadi katakan” pungkasnya. [abe]