14 Kabupaten Menjadi Sasaran Penyuluhan Bulan Minum Obat Filariasis Di Papua

0
97
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendaliam Penyakit dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr Yamamoto
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendaliam Penyakit dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr Yamamoto

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bulan Oktober 2019 ditetapkan sebagai bulan minum obat filariasis (obat cacing) di Provinsi Papua. Maka, Dinas Kesehatan Provinsi Papua bersama Unicef berkomitmen untuk melakukan penyuluhan di 14 Kabupaten di Papua.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr Yamamoto selain penyuluhan, akan ada pemberian obat filariasis bersamaan juga dengan penyuluhan sub pin polio.

“Karena ini bulan minum obat, jadi kami lakukan penyuluhan tentang obat filariasis dan juga sub pin polio. Kami selaku penanggung jawab program juga senang, artinya ada yang bantu mempercepat target nasional tahun 2020,” katanya saat ditemui awak media di hotel @hom premiere, Jum’at (4/10/2019).

Yamamoto melanjutkan, pelaksanaan kampanye penyuluhan obat filariasis ini bukanlah hal baru, akan tetapi telah dilakukam sejak tahun 2003. “Sudah sekitar 15 tahunan, kami bekerjasama dengan seluruh pihak antara lain tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas keluarga. Sejauh ini sudah 12 kabuoaten yang bebas Filariasis, namun obat ini tidak hanya minum sekali, paling tidak harus 3 kali minum,” lanjutnya.

Maka, ia menghimbau kepada masyarakat, agar ada kesadaran diri untuk meminum obat filariasis. “Saat ini kami lakukan penyuluhan, kedepannya kami mau ada kesadaran dari masyarakat untuk mau sehat terus. Jadi tanpa kami lakukan penyuluhan pun, masyarakat bisa datang ke puskesmas dan meminta obat sendiri,” himbaunya.

Sementara itu, Konsultan Imunisaso Unicef Papua, Dr Halik Malil MKM mengaku pihaknya sangat mendukung program bulan minum obat tersebut. Sebagai bentuk dukungan dari Unicef, maka ia beberkan alasan pemberian sub pin polio yang berbarengan dengan penyuluhan dan pemberian obat filariasi.

“Kami jalan berdampingan karena jangkauan menggunakan helikopter, speedboat, jadi biar sekalian jalan,” akunya.

Ia juga berharap, selain imunisasi dan pemberian obat filariasis, ada pula pemberian kelambu untuk pencegahan malaria. [ayu]