
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sejak 2018 lalu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura berkolaborasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Jayapura untuk berkomitmen meminimaliskan penggunaan kantong plastik. Seperti yang dilakukan pada pasar modern dan kini tahun beralih fokus ke pasar traditional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jayapura, Ketty Kailola mengatakan kerjasama dengan Disperindagkop sangatlah baik. “Kadisperindagkop sangat berkomitmen terkait hal ini,” ucapnya, Rabu (21/8/2019) kepada wartawan.
Dikatakan, saat ini hal yang diangkat lebih kepada perspektif budaya Indonesia. “Seperti di Banjarmasin diterapkan penggunaan keranjang, sedangkan di Papua diterapkan untuk menggunakan noken,” paparnya.
Namun ia ungkapkan kendala yang kerap kali ditemui adalah banyaknya alasan dari pembeli untuk tidak menggunakan keranjang atau noken karena merasa kurang memadai.
“Pasar tradisional dan pasar ikan ini agak sulit karena bawa ikan ada airnya, basah-basah. Pembeli merasa tas belanja atau noken kurang memadai tetapi kami terus tekankan dan usulkan bawa keranjang,” ungkapnya.
Ditempat berbeda, Kepala Disperndagkop, Robert L.N Awi mengatakan sejauh ini pihaknya sudah intens melakukan sosialisasi dan membagi surat pemberitahuan kepada pedagang di pasar tradisional.
“Setiap minggu kami edarkan surat pemberitahuan sehingga pedagang paham bahwa sudah saatnya tinggalkan plastik. Bahkan kami sudah pasang spanduk berisi larangan-larangan salah satunya larangan penggunaan kantong plastik,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Sebenarnya, para pedagang sudah mulai paham untuk tidak menggunakan kantong plastik, namun karena masih berupa seruan maka terkadang para pedagang masih acuh tak acuh. Namun Robert Awi berharap lewat sosialisasi, pemberitahuan dan operasi simpatik nanti pemakaian plastik jadi berkurang.
“Oktober nanti kami rencana operasi plastik. Semua pembeli dan pedagang di pasar, tanpa terkecuali. Entah plastik itu gratis atau bayar, tetap tidak boleh digunakan,” tegasnya. [ayu]










