Ijin Perusahaan Terancam Dicabut Bila Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan

0
130
Caption : Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM saat menandatangani MoU bersama BPJS Ketenagakerjaan Papua didampingi oleh Kepala DPNTSP Kota Jayapura, Jum'at (12/7/2019).
Caption : Walikota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM saat menandatangani MoU bersama BPJS Ketenagakerjaan Papua didampingi oleh Kepala DPNTSP Kota Jayapura, Jum'at (12/7/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM menginstruksikan kepada seluruh perusahaan-perusahaan di Kota Jayapura untuk memberikan perlindungan BPJS Ketanagakerjaan kepada karyawan.

Bagi perusahaan yang tidak memberikan perlindungan BPJS kepada karyawan maka ijin usaha terancam diberikan oleh Pemerintah Kota Jayapura, mulai dari SITU maupun SIUP.

Pernyataan ini disampaikan Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano MM kepada wartawan usai ┬ápenandatanganan MoU dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kota Jayapura, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Papua, Jum’at (12/7/2019) siang.

Menurut Wali Kota, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan wajib diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya agar karyawan merasa aman saat bekerja.

“Jadi mereka harus bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga karyawan pun tenang dan tidak khawatir tentang keselamatan saat bekerja,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Papua, Adventus Edison Souhuwat mengatakan Mou bersama Wali Kota Jayapura tadi secara tidak langsumg sebagai bentuk penegasan kepada perusahaan-perusahaan terutama yang tergolong menengah keatas agar bisa bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan berikan perlindungan kepada karyawannya.

“Bila ada ijin usaha yang ditahan, maka itu sudah atas ijin pak Wali Kota Jayapura. Itu ada di peraturan pemerintah no.86 tentang sanksi administratif kepada setiap pemberi kerja dan ini lebih ditekankan untuk pekerja formal,” jelasnya.

Diakui bahwa ini sebagai salah satu persyaratan ijin usaha seperti SITU/SIUP, bila tidak bekerjasama maka ijin tersebut bisa ditahan. [ayu]