Klarifikasi, Dr. Ni Nyoman Sri Antari : Dari 500 Sampel, 2 Terinfeksi Bukan 2 Pimpinan OPD

0
126
Dr. Ni Nyoman Sri Antari
Dr. Ni Nyoman Sri Antari

JAYAPURA, PapuaSatu.comKetua Panitia Jayapura International AIDS Conference, Dr. Ni Nyoman Sri Antari mengklarifikasi isu pemberitaan yang beredar di public yang berjudul ‘Dua Pimpinan OPD Dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura Terinfeksi HIV’.

“Saya tidak pernah mengatakan itu, terus terang itu sudah mencoreng nama Pemkot karena saya tidak bicara dua pimpinan OPD. Komitmen kami sudah 8 OPD yang melakukan tes dan sekitar 500 orang lebih yang sudah  melakukan tes, dua diantaranya Positif terindikasi HIV dan kami sudah tangani,” kata Dr. Ni Nyoman Sri Antari sekaligus mengklarifikasi judul berita di PapuaSatu.com bertuliskan “ Dua Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, dan Media ini juga menyampaikan permohonan maaf atas judul yang sudah di publish sebelumnya.

Selain pemeriksaan OPD, kata Dr. Nyoman, pihaknya juga  melakukan pemeriksaan terhadap instansi dan organisasi masyarakat lainnya, seperti TNI/Polri dan beberapa masyarakat serta tokoh gereja dan masjid. “Hasilnya pun kami rahasiakan karena itu privasi bagi setiap orang,” katanya.

Ditempat terpisah, Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru, MM menyebutkan, artikel yang menuai kontroversi bahwa dua  dari delapan orang pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura positif terinfeksi HIV  tidak seharusnya di publikasikan.

Dikatakan, dari program fast track berani periksa di Kota Jayapura dalam rangka pengendalian HIV / AIDS 2030, targetnya seluruh OPD/ASN di Kota Jayapura dapat memberi contoh bagi masyarakat. “Kita semua di OPD harus berani tes HIV,” katanya.

Namun yang sudah melakukan pemeriksaan baru delapan OPD. Pemeriksaan ini pun tidak hanya melibatkan ASN melainkan personel TNI, personel Polri, kalangan mahasiswa, tokoh agama dan masyarakat lintas agama.

“Semuanya sekitar 500 orang sampel dan dari hasil sampel tersebut dua diantara terindikasi terinfeksi HIV, bukan OPD (pimpinan) tapi ada 2 orang yang terinfeksi,” katanya.

Mengenai identitas kedua orang yang terindikasi HIV ini,  Rustan enggan menyebut identias kedua orang tersebut. “2 orang ini kan rahasia, siapa orangnya kita tidak bisa umumkan. Dengan ketahuan bisa dilakukan pembinaan, pengobatan dan pengawasan untuk mencegah timbulnya perkembangan virus baru kepada orang lain yang berhubungan dengan orang yang mengidap positif HIV / AIDS,” tutupnya. [ayu/loy]