Launching Festival Teluk Humbolt, Wakil Walikota Harap Ada Pengembangan Produktivitas Kearifan Lokal

0
215
Caption : Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Matias B. Mano saat membuka Launching Festival Teluk Humbolt di Mall Jayapura, Sabtu (6/7/2019) malam
Caption : Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Matias B. Mano saat membuka Launching Festival Teluk Humbolt di Mall Jayapura, Sabtu (6/7/2019) malam

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM  berharap dengan di launching Festival Teluk Humbolt ke-11 tahun 2019 diharapkan ada pengembangan produktivitas kearifan lokal.

Festival Teluk Humbolt sendiri dapat dijadikan arena yang baik untuk memperlihatkan banyaknya potensi lokal Papua khususnya Kota Port Numbay yang bisa dikembangkan.

Untuk itu, Rustan Saru selaku orang nomor dua di Pemerintah Kota Jayapura ini meminta dari berbagai komunitas lokal yang ada, agar mempersiapkan hasil karyanya berupa pengukiran, manik-manik dan lain sebagainya.

Pernyataan ini disampaikan langsung Rustan Saru usai Launching Festival Teluk Humbolt ke-11 di Mall Jayapura, Sabtu 6 Juli 2019.

Ia berharap kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Jayapura untuk dapat menggunakan potensi yang ada untuk menunjukkan segala produk Kota Jayapura dan kearifan lokal untuk dapat ditampilkan pada festival nanti.

Apalagi, lanjut dia,  Kota Jayapura pada tahun depan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara PON XX tahun 20020. “Kami berharap Festival Teluk Humbolt dapat dijadikan arena yang baik untuk memperlihatkan banyaknya potensi lokal Papua khususnya kota Port Numbay yang bisa dikembangkan,” harapnya.

Menurutnya, Festival Teluk Humbolt merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata, dan kegiatan ini telah menjadi konsumsi Nusantara bahkan luar negeri, sehingga diharapkan setiap tahunnya ada sesuatu yang berbeda dan mengalami peningkatan.  Terlebih lagi festival ini sebagai bentuk identitas lokal Port Numbay yang menampilkan seni dan budaya.

“Harus ada perubahan, jangam sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa penyempurnaan dari panitia penyelenggara agar kegiatan lebih tertib, rapi dan tertata, nyaman teratur, terutama mengenai masalah parkiran kendaraan harus diatur dengan baik.

Tahun kemarin melibatkan 14 kampung untuk menunjukkan budaya seni suling bambu, tari-tariannya maka mesti dipertahankan. Akan tetapi diharapkan lebih berkreativitas lagi agar budaya kita terus berkemmbang dan para generasi kita tidak melupakannya termasuk noken Port Numbay,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata kota Jayapura, Mathias B. Mano membeberkan thema yang diangkat dalam Festival Teluk Humbolt kali ini adalah Loving My Identity. Thema tersebut diusung agar masyarakat Port Numbay kembali mengingat akan pentingnya mencintai dan menghargai apa yang diwariskan oleh nenek moyang yang berupa warisan adat istiadat seni dan budaya asli yang menjadi jati diri orang aport Numbay.

“Kegiatan launching festival teluk Humbolt ke-11 tahun 2019 bertujuan untuk mengingatkan masyarakat khususnya di kota Jayapura bahwa akan adanya pelaksanaan festival teluk humbolt yang dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Agustus 2019,” bebernya.

Ia juga mengaku, festival tersebut juga bertujuan agar membantu meningkatkan target kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke festival teluk humboldt yang ke-11 tahun 2019. “Festival ini berjalan agar wisatawan semakin tertarik datang ke Jayapura dan menyaksikan sendiri seni serta budaya-budaya yang ada di Kota Jayapura,” tutupnya. [ayu]