Pdt. Jhon Baransano Kecewa Atas Kecurangan Penjualan Tiket Kapal PELNI Jayapura Curang Penjualan Tiket

0
517

JAYAPURA,PapuaSatu.com –  Salah satu tokoh Agama di Kota Jayapura, Pdt.  Jhon Baransano mengaku kecewa kepada PELNI kota Jayapura atas kecurangan penjualan tiket kapal kepada calon penumpang.

Pasalnya dari perjanjian 900 calon penumpang sudah disepakati oleh Pelni untuk dipulangkan ke tempat asal yakni, Manokwari dan Sorong. Para calon penumpang ini merupakan warga terdampak Covid-19 di Kota Jayapura.

Pdt. Baransano menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya selama 4 bulan untuk memulangkan warga Manokwari dan Sorong. Dan upaya itu mendapatkan respon baik relaksasi dari Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, bahkan telah memberikan surat rekomendasi untuk mereka di pulangkan.

“Dasar rekomendasi itu, saya menghubungi KACAP Pelni Jayapura untuk meminta 900 tiket kapal dan atas permintaan tersebut telah dijawab dan akan memenuhi permintaan tersebut. Namun kenyataanya, setelah para penumpang tiba di Pelabuhan, ternyata hanya 400 tiket yang diberikan, sedangkan 500 lainnya tidak boleh naik,” kata Pdt Baransano saat ditemui PapuaSatu.com di Pelabuhan Jayapura, Jumat (18/06/2020).

Pdt Baransani menanyakan relaksasi yang diberikan provinsi Papua. “Relaksasi ini untuk siapa?, kenapa kapal ini penuh dengan penumpang lain sampai kami harus mengemis untuk minta dipulangkan, ada masalah apa?, ada kecurangan dalam penjualan tiket dan itu saya sayangkan,” tegas  Pdt. Jhon sambil menunjuk masyarakat.

Sambung pdt. Jhon menyebutkan 900 penumpang di tahap terakhir untuk penumpang Manokwari dan Sorong akan disambut oleh walikota Sorong. Bahkan, wakil Gubernur Papua Barat sudah mengirimkan surat rekomendasi untuk penumpang dari wilayah pemerintahan mereka, hingga PLT Manokwari sudah membantu biaya tiket setengah, sehingga diminta keadilan dalam hal pelayanan publik.

“Jadi saya berharap semua penumpang yang hadir ini harus pulang ke daerah mereka masing-masing. Dua Gubernur ini sudah selesai bicara relaksasi dan untuk pulangkan warga Papua dan Papua Barat lalu kita bagian bawha ini kenapa tidak mematuhi pemerintah dua Pimpinan pemerintah Provinsi itu”, tegas Pdt. Jhon Baransano.

Sementara itu, terlihat sekitar 500 para calon penumpang Kapal sedang menunggu di depan ruang tunggu pelabuhan sambil menunggu kepastian atas ucapan yang disampaikan Pelni saat dilakukan pembelian tiket.

Salah satu calon penumpang tujuan Sorong juga menyampaikan rasa kekecawaanya karena penumpang yang di utamakan adalah non Papua, sedangkan asli Papua yang notabene akan pulang ke Kampung dihiraukan begitu saja.  “Kami sangat kecewa, ini tidak ada keadilan,” ujarnya tidak mau disebut namanya di media ini. [miki]