
Caption : Ketua PHRI Papua, Syahrir Hasan,SE bersama undangan saat mendengar ceramah pada acara buka puasa bersama di Hotel Sahid Papua, Entrop, Minggu (27/5/2018). Foto : Yat/PapuaSatu.com
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna mempererat hubungan silaturahmi dengan berbagai komponen yang ada di Papua umumnya dan di Kota Jayapura khususnya, baik itu pemerintahan, TNI, Polri, para pengusaha hotel dan mitra kerja lainnya, Minggu (27/5) malam, Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Papua menggelar buka puasa bersama di Hotel Sahid Papua, Entrop, Kota Jayapura.
“Dengan silaturahim ini kita mengharapkan rasa persaudaraan semakin dekat, dengan silaturahim ini kita dimudahkan rizki,” ungkap Ketua PHRI Papua, Syahrir Hasan,SE dalam buka puasa bersama tersebut.
Dalam konteks Papua yang digambarkannya sebagai ‘nusantara mini’ karena keberagaman penduduk yang ada, dan bahkan di institusi atau lembaga TNI, Polri maupun pemerintahan yang sering terjadi pergantian pejabatnya yang datang dari berbagai daerah di Indoensia, momen buka puasa bersama sangat penting, sekaligus untuk saling berkenalan lebih dekat satu dengan lainnya.
“Papua ini nusantara mini. Karena di Papua ini terlihat toleransi beragama, rasa persaudaraan semakin hari semakin meningkat.
Dan kami dari PHRI sendiri mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerjntah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, khususnya kepada TNI dan Polri, yang selama ini banyak membantu kami di sisi keamanan,” ujarnya.
Syahrir Hasan pun mengajak kepada semua pihak, dengan kebersamaan yang tercipta, dapat menjaga tanah Papua tanah damai.
“Kita harus menyadari bahwa agama itu kebaikan, agama itu akal sehat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Mukhlas Abdullah mengungkapkan bahwa Papua adalah surge kecil yang Allah turunkan di Papua dan khsusunya di Jayapura, sebagai nikmat dari Tuhan.
“Kenapa saya katakan, karena terus terang saya pribadi nikmatnya puasa di Jayapura tak terasa. Nikmatnya puasa yang kita lakukan disbanding bila kita puasa di kampung,” ungkap ustad asal Kendari, Sulawesi Tenggara.
Dikatakan, puasa adalah madrasah, yang merupakan tempat pendidikan yang mana manusia dididik kurang lebih 29 hari atau 30 hari, bagaimana kita ini menjadi manusia yang sebenarnya, yang memiliki level taqwa di hadapan Allah, SWT. [yat/loy]










