Serukan Damai Natal, Kapolda Papua Gelar Jamuan Kasih Bersama Tokoh Agama

0
267
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw saat menyerahkan bingkisan natal kepada tokoh-tokoh agama yang diterima Uskup Jayapura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Guna menjalin kebersamaan dalam upaya menyongsong Natal yang damai, Sabtu (21/12/19), Kapolda Papua menggelar  jamuan kasih bersama FKUB  dan PGGP.

Jamun kasih yang digelar di RM Sendok Garpu, di Koataraja, Kota Jayapura, dihadiri berbagai tokoh lintas agama, baik Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, dan Budha.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus sharing informasi tentang situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Papua.

Dalam kesempatan tersebut, kata Kapolda, pihaknya juga memberi gambaran tentang situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Papua secara umum, dan diskusi-diskusi tentang hal tersebut.

Situasi Kamtibmas dimaksud, seperti kerusuhan di sejumlah kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat yang berawal masalah SARA di wilayah Jawa beberapa waktu lalu dan dampaknya kedepan.

“Kedua tentang riak-riak gangguan-gangguan kelompok bersenjata, dan intersep kami ke Nduga maupun ke Sugapa dan lain sebagainya sebagai reaksi dari aksi kelompok ini,” ungkap Kapolda.

Kapolda berharap, bahwa di situasi Natal saat ini, pemimpin umat agar semuanya bisa menjaga diri, menjaga ucapan dan menjaga hati.

“Artinya bahwa kita coba memaknai keadaan kita bersama untuk tidak melakukan hal-hal yang berakibat konflik diantara kita,” harapnya.

Ditegaskan, bahwa sebagai aparat keamana memiliki tugas utama melindungi semua orang. “Itu tugas kami. Jadi kita bukannya mau memusuhi satu dua orang, tetapi kami mau melindungi,” tandasnya.

Karena itu, kalau ada kelompok ataupun personal-personal yang berupaya melakukan kegaduhan, itu pasti akan berhadapan dengan aparat keamana, baik Polri maupun TNI.

“Oleh karenanya, sekarang tergantung dengan ondividu masyarakat itu sendiri. Kami mohon untuk tidak cepat melakukan tindakan kekerasan,” imbau Kapolda.

Dan bila ada kesalahan-keasalahan atau ketidak sesuaian satu sama lain, diharap untuk menyelesaikan dengan baik.

“Ada yang bisa memfasilitasi, baik pemerintah, aparat keamanan ataupun tokoh-tokoh pemimpin umat dan lain sebagainya,” ujar Kapolda.

Kapolda juga mnyampaikan terima kasihnya kepada para tokoh agama yang bersedia datang pada jamuan kasih tersebut, dan berharap dengan semangat silaturahmi tersebut, para totkoh-tokoh pemimpin umat yang ada bisa meneruskan ajakan-ajakan menciptakan rasa aman dan damai di masyarakat  dengan kondusif dan dengan nyaman.

Di kesempatan sama, Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M menyerukan seluruh umat beragama di Papua, baik Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Islam, untuk menciptakan kedamaian.

“Karena Tuhan datang untukmembawa  damai untuk kita semua, karena itu hendaknya kita membangun hubungan damai satu sama lain, supaya kegembiraan kita pada hari natal, betul-betul kegembiraan dari hati,” imbaunya.

Sementara itu, KH. Saiful Islam Alpayage,S.HI, selaku Ketua Umum MUI Papua, juga mengimbau, khususnya umat Islam di Tanah Papua dan umat beragama di Tanah Papua pada umumnya, untuk sama-sama menjaga keamanan, menjaga ketertiban dalam menghadapi Hari Raya Natal dan menyongsong Tahun baru 2020.

“Kita punya prinsip bahwa ingin dihargai, maka hargailah orang lain. Dan ini wujud daripada kebersamaan kita,” ujarnya.[yat]