Tinjau 3 Intik Air, Wakil Walikota Bakal Renovasi Tiga Intik Air di Kota Jayapura

0
40

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebagai dewan pengawasan PDAM, Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru meninjau 3 lokasi yang merupakan 3 intik air bersama Kepala PDAM Kota Jayapura, Entis Sutisna, Sabtu (16/11).

“Hari ini saya beserta rombongan mengecek kepastian sumber air yang ngalir untuk masyarakat kita di kota Jayapura, di daerah abepura dan waena yang bersumber dari beberapa titik ini untuk memastikan berapa banyak muatan air dari sumber mata air kita yang bisa kita berikan kepada pelanggan kita di kota Jayapura,” kata Rustan.

Setelah lakukan pengecekan, intik kampwolker terdapat 80 meter kubik per detik dan kondisi sekarang adalah sedang kemarau dengan siklus hujan hanya sehari dalam seminggu. Menurutnya, debit air saat ini masih cukup namun memang perlu ada rehabilitasi dan renovasi.

“Harus ada perbaikan agar bisa mencukupi suply di kota Jayapura, Abepura dan termasuk bagian lainnya. Perlu penanganan teknis yaitu perbaikan dan yang kedua harus membuat kolam olahan retensi mencegah ketika terjadi kemarau panjang maka retensi kita ada di sini untuk satu bulan penuh jadi tidak ada alasan untuk tidak ada air seperti sekarang ini masih ada yang dialirkan hanya 22 jam, ada yang 1 hari sekali, ada yang 2-3 hari sekali baru ngalir,” ujarnya.

Maka ia mendesak agar segera ada perbaikan agar tahun 2020 nanti air kebutuhan air bisa tercukupi. “Sehingga optimalisasi pelayanan kita dan pendapatan bisa meningkat maka dari itu ini menjadi komitmen kita pemerintah dan PDAM. Pesan juga untuk masyarakat di daerah gunung untuk banfu merawat dan menjaga lingkungan, intake juga jangan diganggu kita punya intake, jangan dikotori. Saat ini bila hujan datang airnya agak keruh karena belum ada penyaringan maka dari itu ini perlu kita jaga perlu kita pelihara agar sumber daya tetap alami dan normal tanpa ada gangguan dengan illegal sambungan sama yang masih bocor kejadian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Kota Jayapura, Entis Sutisna, pihaknya akan melakukan rehabilitasi sesuai dengan arahan ketua dewan pengawas yang akan diagendakan pada tahun 2020 nanti.

“Rehabilitasi nanti akan dilakukan dan didanai oleh titik-titik pelayannya yang selama ini dilakukan. Kenaikan pun adalah semata-mata untuk melakukan peningkatan pelayanan nanti tahun 2020 dengan dana internal kita. Memang perlu rehabilitasi karena kapasitas produksi yang biasanya 100 liter per detik ini malah menurun sekitar 50 persen,” jelasnya.

Ia juga beberkan, itu adalah alasan sehingga terjadinya pergiliran pelayanan ke masyarakat. Tetapi, fenomena yang terjadi biasanya pada bulan November akhir akan turun hujan dan kembali normal.

Untuk agenda kedepannya, PDAM akan melakukan pengamanan jaringan seperti papan himbauan disumber air. [ayu]