Umat Diminta Maknai Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Tabi

2597

Caption Foto : Ibadah syukur 108 tahun  dan Pekabaran Ijnil di Tanah Tabi yang dilangsungkan di GOR Cenderawasi Jayapura, Sabtu (10/03/2018). (Moza/PapuaSatu.com)

*10 Maret Dicanangkan Jadi Hari Doa dan Libur Fakultatif

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Semangat HUT Kota Jayapura dan Pekabaran Injil di Tanah Tabi menyatukan hati membangun kota demi Kemuliaan Tuhan, menjadi sorotan thema dalam  Ibadah syukur 108 tahun  dan Pekabaran Ijnil di Tanah Tabi yang dilangsungkan di GOR Cenderawasi Jayapura, Sabtu (10/03/2018).

Ibadah yang berlangsung hikmah ini dihadiri  Forkompimda Kota Jayapura, para pimpinan-gereja, serta ratusan jemaat dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kota Jayapura.

Mengawali  refleksi dari pembacaan Firman Tuhan (Matius 6 : 10 dan I korintus 12 – 2), Pendeta Hhizkia Rollo mengajak jemaat untuk hidup saling mendukung dan sepenangungan serta senantiasa memaknai sejarah masuknya injil di Papua dan di Tanah Tabi yang tidak bisa dipisahkan satu dan lain, termasuk pembaptisan pertama terhadap dua pemuda Tabi serta bagaimana tatanan kehidupan adat jaman dulu.

Caption : Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano beserta seluruh Pendeta saat mencanangkan Tanggal 10 Maret sebagai ” Hari Doa”

” Ini adalah fakta sejarah. Orang tua kami telah menunjukkan kepada kami bahwa mereka hidup dalam tatanan adat yang sungguh teratur dan tertib dan tidak dapat dirubah oleh siapapun,” ujarnya.

Dikatakan, catatan penting sebagai kilas balik perayaan Hari Pekabaran Injil di Tanah Tabi mengisyaratkan agar semua harus bercermin pada catatan  penting yang ditinggalkan para musionaris pertama ketika menginjakan kaki di Tanah Tabi.

Ditambahkan, melihat kondisi kebersihan wilayah perairan Tabi yang  mulai memprihatinkan, dirinya berharap ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah  terkait pelindungan kawasan laut, danau dan sungai di wilayah Metu Debi dan sekitarnya.

” Tanggal 26 Mei kita jadikan sebagai hari perlindungan kawasan  laut, danau dan sungai untuk kehidupan berkelanjutan anak cucu di Tanah Tabi, negeri matahari terbit,” harapnya.

Walikota dalam sambutannya mengajak semua warga jemaat agar mengucap syukur  atas semua berkat dan kasih karunia  yang Tuhan berikan, dan melalui momentum perayaan pekabaran injil.

Semua dapat melihat kehidupan saat ini baik dalam kehidupan  berjemaat maupun di tengah umat beragama, termasuk kondisi kehidupan saat ini yang penuh  tantangan dan berbagai persoalan.

Hal itu merupakan dampak dari dinamika kehidupan di lingkungan kota yang cepat berubah sehingga perlu adanya langkah – langkah yang diambil  semua pihak untuk memulihkan kondisi yang terjadi.

” Ada hal yang harus kita perbaiki dan kita benahi baik pemerintah, agama, gereja dan adat sesuai  kewenangan dan peran masing – masing, guna mewujudkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak,”tuturnya.

Caption : Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano saat menyerahkan bantuan 1 unit Mobil bagi Klasis Port Numbay

Dikatakan, jika tiga tungku dalam hal ini Pemerintah, Adat dan Gereja  bersinergi dan bekerja bersama serta  saling menopang, niscaya tantangan yang dihadapi dapat diatasi dengan baik.

Untuk itu, dirinya mengajak jemaat senantiasa menjadi pembawa damai sejahterah, mengedepankan toleransi  dan kerukunan serta keharmonisan hidup beragama maupun  mendukung pemerintah Kota Jayapura, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

” Saya mengajak jemaat untuk terus berperan aktif bersama pemerintah Kota Jayapura dalam membangun dan mewujudkan Kota Jayapura yang beriman, bersatu, mandiri, moderen dan sejahtera berbasis kearifan lokal,” tuturnya.

Rangkaian Ibadah Syukur 108 Tahun  dan Pekabaran Injil di Tanah Tabi ini ditutup dengan pencanangan Tanggal 10 Maret sebagai “Hari Doa” dan dinyatakan sebagai hari libur fakultatif  serta penyerahkan bantuan 1 unit mobil kepada Klasis Port Numbay yang diterima oleh Ketua BP Klasis Port Numbay Pendeta Hein Carlos serta pemberian penghargaan kepada Jemaat GKI Imanuel Hamadi dalam bidang lingkungan hidup.[moza/sony]