Wujudkan Penceramah dan Penyuluh Agama Islam yang Moderat, Kakanwil Tekankan Profesionalitas

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam rangka mewujudkan penceramah dan penyuluh agama Islam yang moderat, menyejukan dan damai dalam memberikan dakwah kepada masyarakat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melalui Bidang Haji dan Bimas Islam menggelar Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam dengan tema “Dakwah dengan penuh damai dan menyejukkan”, di Aula Hotel Horison Jayapura, Selasa (12/04/2022).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Amsal Yowei, SE., M.Pd.K., dalam sambutannya mengingatkan 7 Program Prioritas Kemenag Tahun 2022, yaitu Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Tahun Toleransi Beragama, Revitalisasi KUA, Religiosity Index, Kemandirian Pesantren, dan Cyber Islamic University.

Kakanwil lantas menyampaikan pada Acara dijadwalkan tiga hari hingga Kamis (14/04/2022) tersebut, bahwa bimbingan teknis penguatan kompetensi penceramah agama Islam ini dilakukan dalam rangka kepedulian pemerintah sebagai upaya penguatan dan peningkatan wawasan para penceramah di bidang agama Islam yang mampu, mandiri dan profesional serta berkualitas dalam menghadapi dinamika umat yang semakin berkembang.

Kakanwil menambahkan bahwa sebagai mitra Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, penceramah dan penyuluh agama harus mampu memposisikan diri tanpa memihak golongan manapun, serta mampu menjadi agen moderasi beragama dan memiliki wawasan kebangsaan yang baik.

Menurutnya, penceramah dan penyuluh agama juga harus mampu memberikan pesan dan edukasi yang menyejukkan dan mampu memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat tanpa memandang golongan maupun status.

“Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk mari kita implementasikan moderasi beragama dalam kehidupan masing-masing, serta terkhusus penceramah dan penyuluh Agama Islam, agar dapat menyampaikan dan mengedukasi kepada seluruh umat Islam tentang bagaimana perilaku dan sikap yang sesuai dengan konsep moderasi beragama,” pungkasnya.

Kakanwil kembali berpesan kepada seluruh umat beragama di Tanah Papua agar senantiasa menjaga kerukunan dan toleransi, baik intern, antar maupun antar umat beragama dengan pemerintah atau yang dikenal sebgai Tri Kerukunan.

Sementara itu, Muhammad Hadi Helmi Saputra, ST., Selaku Ketua Panitia pelaksana menyampaikan peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari unsur penceramah dan penyuluh agama Islam dengan jumlah peserta secara keseluruhan 33 orang yang diantaranya merupakan perwakilan dari tiap Kabupaten/Kota.

Sementara narasumber yang akan hadir diantaranya unsur dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua, unsur akademisi, unsur MUI Provinsi Papua, unsur NU Provinsi Papua dan unsur ICMI Provinsi Papua.[redaksi]