TMMD Ke-103 Tahun 2018 Kodim 1712/Sarmi Dimulai Dari Daerah Paling Lemah

Penyematan pita untuk personil yang terlibat dalam pelaksanaan program TMMD Ke-103 Tahun 2018 di Kampung Wamariri, Distrik Apawer Hulu oleh Bupati Sarmi, Edward Fonataba kepada perwakilan yang ditunjuk yang dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja oleh Bupati dan oleh Dandim 1712/Sarmi, Letkol Arm. Hendra Pesireron,S.Sos.
Penyematan pita untuk personil yang terlibat dalam pelaksanaan program TMMD Ke-103 Tahun 2018 di Kampung Wamariri, Distrik Apawer Hulu oleh Bupati Sarmi, Edward Fonataba kepada perwakilan yang ditunjuk yang dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja oleh Bupati dan oleh Dandim 1712/Sarmi, Letkol Arm. Hendra Pesireron,S.Sos.

SARMI, PapuaSatu.com – Wilayah atau teritorial yang menjadi wilayah binaan Kodim 1712/Sarmi menjadi salah satu tempat dilaksanakannya Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 Tahun 2018.

Program sosial yang bertujuan membantu masyarakat di kampung-kampung terpencil tersebut, dibuka oleh Bupati Sarmi, Edward Fonataba, dalam sebuah upacara di Kampung Wamariri, Distrik Apawer Hulu, Kabupaten Sarmi, Senin (15/10/2018).

Kampung Wamariri, adalah salah satu kampung yang cukup jauh lokasinya dari ibukota kabupaten Sarmi, yang jaraknya sekitar 45 km dan kondisi jalan masih proses pengerasan menggunakan batuan karang.

“Jalan ke kampung ini sudah tembus pada Tahun 2007. itu berarti sudah beberapa belas tahun baru kita datang kembali ke kampung ini,” ungkap bupati.

Penderitaan dan doa masyarakat untuk kehadiran pembangunan dan perbaikan kondisi jalan yang menghubungkan kampungnya dengan Kota Sarmi, telah dan sedang dijawab oleh Tuhan, melalui kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Sehingga rakyat di kawasan Sarmi Tengah ini bisa merasakan suasana yang menyenangkan,” ujar bupati.

Bupati Fonataba pun meminta dukungan penuh dari warga Kampung Wamariri untuk kehadiran Program TMMD di kampungnya.

Dandim 1712/Sarmi, Letkol Arm Hendra Pesireron,S.Sos saat ditemui usai pembukaan TMMD di Kampung Wamariri mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD di kampong tersebut adalah sesuai dengan arahan Bupati Sarmi, Edward Fonataba.

“Sebagaimana arahan Pak Bupati bahwa perencanaan yang baik dimulai dari yang terlemah, dan kami menilai daerah ini yang paling lemah dibanding daerah lainnya. Karena itulah kami memilih dilaksanakan di sini untuk TMMD ke-103 Tahun 2018,” ungkapnya.

Dengan TMMD,  sekaligus kita memperbaiki jalan yang merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat Kampung Wamariri menuju Kota Sarmi yang sudah lama rusak parah dan sulit untuk dilewati kendaraan sejak tembusnya jalan tersebut Tahun 2007.

Rusaknya jalan tersebut, akibatnya masyarakat yang hendak membawa hasil kebunnya ke Kota Sarmi untuk dijual, harus berjalan kaki yang memakan waktu satu sampai dua hari.

Menggunakan dana hibah Rp 1 milyar dari Pemda Sarmi, tim TMMD melaksanakan tiga pekerjaan utama berupa pembangunan prasarana fisik, yakni balai kampung, gereja dan satu fasilitas MCK.

Sementara itu, Kepala Kampung Wamarere, Yahya S. Awawiriyam mengungkapkan sangat syukur dan bangga atas penempatan program TMMD di kampung yang dipimpinnya.

“Selama saat ini kami saling baku Tanya, kapan pembangunan bisa masuk ke wilayah kami,” ungkapnya.

Dan dengan kehadiran Program TMMD ke-103 Tahun 2018, pihaknya baru merasakan adanya program pembangunan dari pemerintah.

“Jadi kami masyarakat siap untuk menerima pembangunan dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan tokoh adat setempat, Ondoafi Kampung Wamariri, Yudas Awiwiryam, bahwa pembangunan di daerahnya sangat ditungu-tunggu, dan pihak adat berjanji tidak akan menuntut pembayaran adat atas pembangunan yang dilaksanakan dalam program TMMD tersebut.

“Apa yang pak bupati laksanakan di sini silahkan lanjutkan. Saya tidak minta uang pajak,” tegasnya.

Dikatakan, ia sudah cukup lama menderita hidup di hutan, karena itu ia dan masyarakatnya juga sangat mendambakan untuk bias tinggal di rumah-rumah selayaknya masyarakat yang sudah menetap di kampong-kampung.[yat]