Penyerapan APBD Januari-November 2018 Capai 77,11 Persen

Caption : Kepala BPKAD Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E.
Caption : Kepala BPKAD Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E.

SENTANI, PapuaSatu.com – Penyerapan APBD Kabupaten Jayapura dari bulan Januari hingga, 26 November 2018 kini telah mencapai 77,11 persen dari total anggaran Rp 1,3 triliun.

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Jayapura, Subhan, S.E mengatakan, penyerapan anggaran ini diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabuapten jayapura.

“Dari total keseluruh rp 1,3 Triliun ini kini masih ada sisa anggaran sebesar sekitar Rp318 miliar. Kini masih normal dalam peneyerapan anggaran dan disisa waktu yang ada masih terus melakukan kegiatan fisik, yang masih belum selesai,” kata Subhan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (27/11/2018).

Subhan memastikan 15 Desember 2018 nanti sudah close (tutup). Apalagi pada Senin tanggal 1 Desember 2018 ke depan sudah hari libur fakultatif sesuai edaran Gubernur Provinsi Papua.

Ia menjelaskan,  sisa anggaran yang masih belum terlaksana yakni, Sekwan DPRD Kabupaten Jayapura sekitar Rp 6,9 miliar, Dinas Pariwisata sekitar Rp 3,9 miliar, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sekitar Rp 2,1 miliar, Satpol-PP sekitar Rp 1,8 miliar dan Dinas Pemuda dan Olahraga masih ada Rp 2,2 miliar.

“Sedangkan di Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman itu juga masih ada sekitar Rp 11,4 miliar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan masih ada Rp 3,4 miliar, BKD masih ada Rp 6,7 miliar, serta RSUD Yowari sekitar Rp 21,9 miliar dan Dinas PU masih ada Rp 26 miliar,” Pungkasnya.

Akan tetapi, ia yakin Dinas PU itu akan bisa menyelesaikannya. “Ya, mungkin PU bisa genjot sampai dua minggu ini,” harapnya.

Sementara lanjutnya, RSUD Yowari BPJS nya dikembalikan sekitar Rp 4 miliar lebih, karena BPJS ini sekarang lagi bermasalah. Artinya tidak lagi dicairkan di sisa anggaran dan juga ada tagihan-tagihan di pihak ketiga sekitar Rp 3 miliar.

“Kemudian ada sekitar Rp 1,5 miliar dari kendaraan ambulans, ya diperkirakan rumah sakit Yowari ini kalau murni mungkin bisa sekitar Rp 13 miliar, yang harus dikerja dalam dua minggu ini,” ungkapnya.[tyi]