Jubir Nasional KNPB Sebut Polisi Amankan 132 Aktivis KNPB

Suasana aksi demo damai dari Aktivis KNPB di Abepura
Caption : Suasana aksi demo damai dari Aktivis KNPB di Abepura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Juru bicara nasional Komite Nasional Papua Barat, Ones Suhuniap menyebut, aparat kepolisian republic Indonesia pembubaran disertai penangkapan terhadap  132 Aktivis KNPB pada peringatan HAM se Dunia di sejumlah kabupaten Provinsi Papua, pada Senin 10 Desember 2018.

“Aksi demo damai memperingati hari HAM se Dunia pada tanggal 10 Desember 2018  hari ini, yang di mediasi oleh KNPB di seluruh tanah Papua, dari Sorong sampai Merauke diwarnai dengan penangkapan 132 aktivis KNPB, Pembubaran paksa, pemblokadean dan pemukulan di beberapa wilayah Papua,” kata Ones kepada PapuaSatu.com via selulernya .

Menurutnya, aksi peringatan hari HAM se Dunia di tanah Papua dikoordinasikan oleh KNPB itu dilakukan dengan Thema Nasional : Papua Zona Darurat Ham dan Demokrasi di Tanah Papua Solusi Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua Melalui Referendum.

Namun dalam aksi  damai yang dilakukan ternyata membawa kepedihan bagi rakyat Papua karena dilakukan penangkapan terhadap rakyat yang menyuarakan HAM yang terjadi di tanah Papua. “Penangkapan aparat kepolisian dilakukan dari Merauke sebanyak 41 orang,” ujarnya.

Selain melakukan penangkapan, juga  mengamankan sejumlah barang bukti berupa, pamphlet megaphone dan spaduk serta atribut lainya disita polisi, sedangkan di Timika 90 orang ditangkap pada pukul 08.00.

“Ketua I KNPB wilayah Timika Yanto Arwekion mengatakan sesuai dengan surat pemeberitahuan yang diterima sudah dilayangkan kepada kepolisian bahwa KNPB Timika akan mediasi rakyat wilayah Timika untuk lakukan aksi demo damai tujuan kantor DPRD timika,” jelas Ones.

Atas surat tersebut menguatkan sehingga pada pukul 07.00, Massa aksi kumpul di kantor KNPB wilayah Timika melakukan long march menuju Freeport lama komplek kebun siri Timika, selanjutnya bergerak dari dari kantor menuju kantor DPRD Timika dengan jalan kaki atau long march.

Dalam perjalanan, lanjut Ones, aparat gabungan TNI polri menghadang masa aksi dan melakukan penagkapan terhadap 90 orang. “90 orang yang ditangkap terlihat beberapa orang dianiaya  sekaligus menyita megaphone, pamphlet, spanduk  hp dan perangkat aksi lainya,” katanya.

Sementara demo peringati hari HAM  se dunia di Jayapura, sambung Ones, juga diwarnai dengan pemukulan pembubaran paksa dan pembolokade masa aksi di beberapa titik kumpul tersebar di Kota Jayapura.

Dimana, kata dia, aksi peringati hari HAM di Kota Jayapura dikoordinir oleh KNPB dengan tujuan aksi demo damai menuju kantor DPR Papua,  namun polisi tidak memberikan akses sedikit pun, bahkan dibubarkan secara paksa.

“Ada 11 titik masa aksi yang ditetapkan semunya di blockade dan ada yang dibubarkan paksa. Masa aksi bergerak dari titik masing –masing pada pukul 09.00 Wpb menuju titik kumpul masa seperti Expo, Perumnas III depan kantor pos abepura, gapura uncen atas, Gapura Uncen Bawah dan beberapa perguruan Tinggi swasta maupun negeri juga ikut ambil bagian,” katanya.

Kemudian, lanjut Ones, beberapa titik atau sektor mengerahkan massa aksi diblokade dan dibubarkan seperti, aksi tanah hitam, kamkey dan dari Kampus Stikom Muhamadya, asrama mimin, jalan biak dan lingkaran abepura, massa aksi di depan kantor pos abe dububarkan dan sejumlah parangkat aksi disita aparat, akhirnya masa kumpul kembali di depan Uncen bawah Abepura. Kemudian masa aksi dari di terminal expo waena masa aksi dipukul dan sejumlah prangkat aksi dan HP milik masa disita polisi

Sedangkan masa aksi dari buber waena dibubarkan paksasemua perangkat aksi dirampas oleh polisi dan kordinator aksi sector wuka Hosea Yeimo dan beberapa aktivis KNPB sector dipukul. Sementara itu masa aksi di daerah Perumnas I, Perumnas II  diblokade .

Masa aksi dari kamwolker, asrama uncen unit satu sampai unit, enam dan asrama rusenawa begreak ke perumnas III waena diblokade. Kemudian masa aksi  dari univercitas Cendrawasih dikordinir fakulas FISIP dan fakultas Hukum, ekonomi mipa dan teknik diblokade oleh polisi di gapura Uncen atas perumnas III Waena.

Masa aksi dari uncen atas dan masa aksi dari kamwolker serta asrama uncen bergabung di putaran taksi perumnas III bergerak menuju ke abepura namun diblokade kepolisian diblokade putaran taksi perumnas III. Semua titik masa diblokade akhirnya masa aksi perumnas III bertahan duduki putaran taksi.  Kemudian masa aksi uncen bawah bertahan di uncen bawah dan di linggaran abe bertahan di abepura.

Karena semua tempat diblokade akhirnya kordinator lapangan Cobabe wnimbo kordinasikan kembali setiap kordinator aksi  di titik kumpul masa untuk kumpulkan kembali masa aksi dan smuanya  menuju putaran perumnas III wena.

Pada pukul 12.00 WPB masa aksi dari expo dan buper kumpul kembali bergerak menuju perumnas III waena melintasi jalan belakang waena kampung tembus perumnas II dan berhasil bergabung putaran taksi perumnas III. Selanjutnya masa aksi dari perumnas dua perumnas satu berhasil tembus blockade aparat dan berkabung .

Kamudian massa aksi merpati asrama, liboran USTJ, uncen bawah long mach menuju perjumnas III namun diblokade lagi oleh polisi di depan hola pelaza ale-ale. Sedangkan masa aksi di linggaran abepuran bergerak dari linggaran menuju perumnas III juga di blockade di hola plaza. Di depan tokoh hola plaza polisi memukul sejumlah aktivis dan masa aksi oleh polisi lalu masa diblokade dalam tokoh hola plasa dan pitu masuk took dituup oleh polisi.

Meski di blockade oleh aparat kepolisian, tegas Ones, Aktivis KNPB tidak mengurungkan niat untuk menyampaikan orasi politik. Seperti yang disampaikan ketua umum KNPB pusat Agus kossay

Dimana dalam orasi politiknya menyatakan bahwa, segera kembalikan hak politik bangsa Papua Barat, segera tutup semua perusahaan asing yang ada diatas wilayah teritori Papua Barat, segera menutup penjualan mminuman keras merupakan bisnis militer Indonesia di west Papua  sehingga terus mamusnakan   orang  asli Papua.

“KNPB menyerukan agar segera memoblisasi umum seluruh tanah air Papua Barat menuju mogok sipil demi agenda Hak penentuan Nasib sendiri melalui referendum, dan segera tarik militer organik maupun non organik dari wilayah teritori Papua Barat sorong sampai merauke,” tegas  Agus Kossay langsung membubarkan diri.

Pada kesempatan itu, Ones menambahkan bahwa peringati hari HAM sedunia ini di Papua tetaop menunjukan ruang demokrasi masih masi dibungkam dan melemahkan perlindungan terhadap HAM di tanah Papua.

“Pemblokadean di berbagai kota di Papua lebih khusus di Jayapura  mengakibatkan semua akses atau aktivitas lumpuh.  Ini tindakan kepolisian memblokade jalan  hingga mengakibatkan tergganggu arus lalulintas dan mengorbankan para sopir taksi dalam kota mengganggu aktifitas  dan mengorbankan hak orang lain,” tukasnya. [loy]