
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Rasa terkadang mampu memanjakan lidah dan mewarnai pikiran untuk menemukan sesuatu yang nikmat.
Bukan pecinta kopi kalau tidak meneteskan kopi di lidah. Kopi ini berasal dari Pegunungan Papua dengan nama Omlyom dan Abmisibil. Dua kopi ini hanya ada di Café resistance, Ruko Dok II Jayapura.
Meski terlalu banyak warung dan café penyedia kopi datang berbondong-bondong di Kota Jayapura ini, namun desakan keinginan memaksakan kita harus ke café Resistance untuk mengejar mimpi sejuta rasa kopi yang sudah disediakan.
Dua Kopi Omlyom dan Abmisibil juga memiliki layer rasa yang cukup banyak, diantaranya taste frutty, jasmine, black tea. Itulah yang membuat penikmat kopi harus datang mencoba duduk sambil memantau lautan bebas dengan dikelilingi pulau kota Jayapura.
Rejha Prayogha Dumatubun, salah satu Barista asal Kota Jayapura mengakui dua kopi nikmat masih tergolong murah. “Harganya cukup terjangkau, baik di kalangan muda, tingkat menengah bawah, maupun menengah atas,” ucapnya kepada wartawan di sela-sela Sertifikasi Profesi Barista yang diselenggarakan oleh Be Kraf, Rabu (26/6/2019) siang.
Dengan jangkauan harga kopi Omlyom dan Abmisibil ini, kata Yoga panggilan akrabnya itu mengaku bahwa hanya diprouksi di café Residence yang hargas ekonomis.
Selain rasa yang dihasilkan oleh kopi itu sendiri, ada pula tips-tips yang dibeberkan lelaki yang menjadi pemenang lomba latte art saat festival kopi 2018 lalu.
“Kopi bisa enak ketika kita memahami. Paham jenis kopinya, paham proses pengolahannya, harus tahu rasa apa yang mau kita tonjolkan dan harus tahu akan memakai metode apa,” bebernya.
Namun ia tidak setuju bila bicara kopi, masyarakat hanya mengkaitkan dengan barista. “Kalau bicara kopi, itu ada rantai perhubung. Petani menanam dan memetik hasil, roaster kemudian mengelolah dan kemudian barista eksekusi menjadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh pelanggan,” pungkasnya. [ayu]










