
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bertempat di Ball Room Hotel Horison Kotaraja, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Saireri Papua masa kepengurusan 2020-2022 dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Pemuda Saireri, Laus DC. Rumayom, yang dihadiri Asisten I Setda Papua, Doren Wakerkwa, Ketua DPRP, dan sejumlah pejabat asal wilayah Saireri, baik di DPRP, MRP, dan lain-lainnya.
Usai pelantikan yang mengambil thema “Revitalisasi Peran Pemuda Saireri Dalam Pembanginan Bangsa”, para Pengurus Pemuda Saireri Periode 2020-2022 melanjutkan dengan Rakernas untuk menetapkan program kerjanya.
Ketua Dewan Pembina Pemuda Saireri, Laus DC Rumayom, yang juga Staf Ahli Presiden RI Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, mengungkapkan, terbentuknya organisasi Pemuda Saireri merupakan inisiatif para pemuda Saireri, yang terdiri dari pemuda asal Biak, Serui, Waropen, Nanire pesiair dan sebagian Mamberamo Raya.
“Para pemuda ini berpikir bahwa kita punya banyak sumber daya manusia, namun belum terorganisir secara baik,” ungkapnya saat ditemui usai pelantikan.
Kehadiran DPP Pemuda Saireri,diharapkannya agar dapat memetakan kekuatan pemuda, terutama secara fungsional dalam berbagai bidang.
Terutama dalam bidang kesehatan (dokter dan perawat), kemudian juga dalam bidang teknis (arsitek, ahli geologi, ahli perikanan), dan lain-lain.
“Kita melihat ketersediaan SDM kita cukup banyak, namun belum dijangkau secara baik oleh pemerintah,” ujarnya.
Sehingga, di dalam laporan-laporan pemerintah, selalu yang terlihat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah.
“Lalu di saat tes pegawai kok kita tidak tersedia bidang-bidang yang kita butuhkan, macam dokter gigi, dokter spesialis, dan lain-lain,” ungkapnya lagi.
Karena itu, kata Laus Rumayom, forum Pemuda Saireri tersebut semangatnya adalah untuk membangun SDM secara profeaional dan terukur
“Sehingga kita tidak lagi terus meminta kepada pemerintah, mengkritik pemerintah, tapi kita berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pemerintah, terutama dalam memenuhi ketersediaan SDM dalam bidang kerja,” jelasnya.
Hal itu, sangat terlihat dengan banyaknya pemuda di Papua yang tidak bisa bersaing dalam mekanisme kerja yang basisnya adalah IT.
“Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini menuntut banyak pekerjaan dilakukan menggunakan IT,” tandasnya.
“Sehingga kita butuh revolusi IT, revolusi since, revolusi pendidikan, yang harus dibangun secara merata,” sambungnya.
Hal sama diungkapkan Ketua Pemuda Saireri terpilih, Gifli Buinei, bahwa di masa kepengurusan yang dipimpinnya untuk dua tahun kedepan, akan fokus dalam membangun sumber daya manusia, baik di dalam kepengurusan, maupun pemuda Saireri pada umumnya.
“Dalam program kerja nanti, diantaranya kita juga akan melakukan konsolidasi organisai dengan membentuk kepengurusan di tingkat cabang, baik yang ada di Saireri, di Papua, dan di Indonesia, bahkan sampai di internasional,” ungkapnya.[yat]










