
SENTANI, PapuaSatu.com – Melalui program usaha internet mandiri di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura mendorong agar Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk lebih berkembang.
“Di sini kami mendorong untuk Badan Usaha-Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) itu tumbuh dengan biaya dari dana desa,” ungkap Kadis Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon kepada PapuaSatu.com, di Jayapura, Kamis (3/9/20).
Program usaha internet mandiri, adalah kerja sama Kominfo Kabupaten Jayapura dengan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), yang mengundang 139 kampung, lima kelurahan dan lima kepala distrik agar bisa turut mengembangkan program tersebut.
“Puji Tuhan, ada beberapa kampung yang sudah bekerja sama dengan APJII, salah satunya itu Kampung Benyom Jaya 1, dan Kampung Yogapsa,” ungkapnya lebih lanjut.
Di Benyom Jaya 1, Distrik Nimbokrang, program usaha internet mandiri sudah berjalan sekitar enam bulan, dengan pendapatan sekitar Rp. 5 juta per bulan, dan sedang dikembangkan lagi untuk sampai di Benyom Jaya II.
“Dalam program tersebut Infokom hanya memediasi antara Bumdes dan APJII, dan mereka saling support dalam pengadaan alatnya,” jelasnya.
Dalam upaya mediasi tersebut, Dinas Kominfo yang melihat semua perjanjian-perjanjian antara Bumdes dan APJII, dan turut memberikan penawaran soal pembiayaan-pembiayaannya.
Selain dengan APJII, Kominfo Kabupaten Jayapura juga bekerja sama dengan PT Papua Mandiri Teknologi, dan sudah berjalan di kampung-kampung di Distrik Ravenirara.[yat]










