Jack Komboy Minta Media Harus Berikan Pemberitaan Yang Berimbang Terkait Covid-19

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Kamasan Jack Komboy, S.AP meminta agar pemberitaan terkait Covid-19 harus berimbang. Hal ini disampaikan setelah melihat penyebaran arus informasi dan pemberitaan terkait Covid-19, baik sosial media maupun media cetak dan elektronik, cenderung lebih mengangkat tentang situasi krisis dan berbagai dampaknya.

Pesatnya penyebaran informasi tentang situasi pandemik Covid-19 di Provinsi Papua dinilai baik karena masyarakat perlu tahu situasi yang ada tentang betapa seriusnya dampak dari penyebaran Covid-19. “Publik berhak tahu kondisi sebenarnya,” imbuhnya saat diwawancarai PapuaSatu.com, Jum’at (16/7/21) malam.

Ia pun menganggap bahwa berbagai informasi tersebut dapat sekaligus menjadi “shock therapy” atau terapi kejut kepada masyarakat agar tidak menyepelekan resiko penyebaran Covid-19. “Rumah sakit penuh, menipisnya stok oksigen hingga bahkan korban jiwa akibat Covid-19 tidak dipungkiri akan membawa pesan peringatan bagi publik agar tidak main-main dengan protokol kesehatan,” ujar Jack.

Meski demikian, dirinya mengingatkan bahwa pemberitaan sebagai shock therapy perlu dikelola porsinya. “Saya hanya kawatir, bila publik terus menerus dibombardir dengan informasi yang mengkhawatirkan atau informasi tentang tidak kunjung membaiknya situasi penanganan Covid-19, maka akan muncul justru kepanikan hingga perasaan tidak berdaya menghadapi situasi pandemik ini. Bila sudah panik dan frustasi, dampaknya justru akan menurunkan imunitas dan efeknya tentu membuat tubuh semakin rentan terinfeksi Covid-19,” beber mantan pemain Persipura ini.

Untuk itu, dirinya meminta agar perlu ada keberimbangan dalam pemberitaan. Selain fakta tentang situasi krisis yang ada, informasi dan berita positif tentang keberhasilan penanganan Covid-19 perlu untuk juga mendapat porsi yang cukup, bahkan lebih.

“Sebagai contoh, ditengah situasi kritis akibat penyebaran covid-19 di Provinsi Papua, angka kesembuhan pasien Covid-19 juga terus mengalami peningkatan. Atau, pemberitaan tentang stok vitamin dan vaksin yang mencukupi. Saya kira banyak cerita sukses dari penanganan Covid-19 di Provinsi Papua,” jelasnya.

Menurutnya, hal-hal seperti itulah yang penting untuk lebih di ekspos ke publik untuk menjaga harapan dan membangun optimisme public menghadapi pandemic ini. “Tapi, ingat, berbagai berita dan informasi tersebut tetap harus berdasarkan fakta,” tegasnya.

Karena itu, dirinya meminta kepada media, para influencer, Satgas Covid-19 di Provinsi Papua, termasuk halnya kepada para pengguna sosial media agar mendorong lebih banyak berita dan informasi yang isinya lebih tentang berbagai hal positif dalam penanganan Covid-19. Itu jauh lebih penting dan bermanfaat untuk didengar dan dibaca karena untuk bertahan kita perlu harapan dan untuk bangkit, perlu rasa optimisme.

Selain itu, Jack sampaikan, kita sendiri pun harus juga bijak dalam mengelola informasi, bila terkesan berlebihan maka perlu dipertimbangkan dan dibatasi agar tidak dikonsumsi. “Hal ini penting agar jangan gara-gara pandemik, kita justru sakit lain yakni stress atau bahkan frustasi,” tutupnya. [ayu]