Bupati Jayapura Optimis Kabupaten Yang Dipimpinnya Akan Bebas Covid-19

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si saat memberi keterangan pers di loby RS Yowari, Rabu (11/8/21)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si saat memberi keterangan pers di loby RS Yowari, Rabu (11/8/21)

SENTANI, PapuaSatu.com – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si menyatakan optimismenya, bahwa Kabupaten Jayapura dapat keluar dari pandemi yang saat ini sedang melanda dunia, yakni Covid-19.

“Kita optimis lah,” ungkap Mathius Awoitauw saat ditemui wartawan usai menerima bantuan CSR berupa mesin pengisi oksigen (oxygen concentrator) dari Media Group dan Pangan Sari Utama di loby RS Yowari, Rabu (11/8/21).

Optimisme tersebut, didasari bahwa Kabupaten Jayapura yang menjadi tuan rumah dalam penyelengaraan PON XX Tahun 2021, terutama menjadi tempat pelaksanaan seremoni pembukaan dan penutupannya.

“Di tempat-tempat venue, semua masyarakat yang ada di situ kita sudah vaksin dan sudah mendekati 40 persen,” ungap bupati.

Dan ditargetkan, pada saat PON digelar bulan Oktober 2021, bisa mencapai minimal 70 persen warga di sekitar venue telah divaksin.

“Dan itu kami optimis akan capai itu. Itu satu untuk sukses,” ungkap Mathius Awoitauw.

Upaya-upaya untuk mencapai 70 persen dan bahkan diharap bisa lebih dari 70 persen masyarakat di sekitar venue PON telah divaksin, kata Bupati Jayapura, sedang dan terus dilakukan, dengan menggandeng banyak pihak.

“Jadi upaya-upaya ini terus dilakukan, dan ini atas bantuan banyak pihak untuk membantu vaksinasi ini,” ungkapnya.

Hal itu, seperti dari unsur TNI, Polri, masyarakat-masyarakat di lembaga agama, dan organisasi-organisasi lain yang melakukan secara mandiri bekerja sama dengan tim medis yang ada di sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengungkapkan bahwa, untuk percepatan vaksinasi masyarakat di sekitar venue PON dan semua yang terlibat dalam penyelenggaraan PON, akan memperbanyak tim serta menggelar gerai-gerai vaksinasi di tengah-tengah masyarakat.

“Itu kan pekerjaaan berat. Tapi dengan keterbatas sumber daya manusia kita, kita melibatkan banyak komponen pemangku kepentingan di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ungkap Khairul Lie.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, saat ini sudah mencapai 1000 dosis per hari, dan diharapkan kedepannya sebelum pelaksanaan PON bisa mencapai 2000 dosis per hari.

“Sebentar malam kita akan virtual meeting dengan seluruh tim kita di Kabupaten Jayapura, termasuk TNI, Polri dan teman-teman kita di provinsi yang akan mendukung kita untuk percepatan vaksinasi di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Dikatakan juga, bahwa permasalahan yang dihadapi bukan hanya masalah penyediaaan tenaga dan logistik saja, tetapi ada persoalan di masyarakat juga.

“Mungkin masih ada yang kurang yakin. Banyak hal yang sebelum vaksinasi ini dilaksanakan sudah ada hoax-hoax yang begitu menyebar, nah itu tantangan-tantangan kita,” ungkapnya.[yat]