UNICEF Lakukan Pertemuan Berkala Guna Eliminasi Malaria Bersama Pemda Keerom

KEEROM, PapuaSatu.com – UNICEF bersama Gapai Papua melakukan pertemuan berkala malaria center guna mengeliminasi malaria bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom.

Pertemuan tersebut digelar di Arso Grande Hotel, Kabupaten Keerom, Kamis (19/8/21). Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Keerom, Komandan Rayon Militer (Danramil) Arso, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta para lintas sektor dan mitra yang tergabung dalam Malaria Center.

Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Waghfir Kosasih dalam sambutannya mengatakan bahwa malaria merupakan masalah kesehatan utama di Kabupaten Keerom.

“Ya, maka mengeleminasi malaria di Keerom itu berarti membantu menyelesaikan 50 persen masalah kesehatan kita yang kita hadapi,” katanya.

Sehingga ia berharap seluruh steakholder harus bahu membahu berupaya agar capaian eliminasi malaria bisa tercapai. “Semua sektor pemerintah harus bergerak, masyarakat harus aktif mencegah penularan malaria dan dunia usaha pun harus turut mendukung. Semua harus bergerak Gempur Malaria di tahun 2021 ini sehingga kasus malaria dapat turun,” harap Waghfir.

Orang nomor dua di Kabupaten Keerom ini juga berharap dengan pertemuan ini, semua yang hadir dapat fokus menyusun rencana aksi sesuai tupoksi masing-masing sektor dan fokus pada kampung yang kasusnya tinggi.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga Waghfir melakukan peluncuran Kurikulum Muatan Lokal Malaria di tingkat SD/MI yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis buku paket guru dan siswa Mulok Malaria kepada Kepala Sekolah Inpres I Arso II dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Amanah Keerom.

Waghfir juga melakukan penandatangan Deklarasi Gempur Malaria Keerom yang telah di deklarasikan oleh Bupati Keerom tanggal 22 Mei 2021.

Salah satu agenda dalam pertemuan berkala Malaria Center ini yaitu uji publik Ranperda Eliminasi yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Keerom, Daniel Panca Pasanda.

“Ranperda ini penting sebagai payung untuk melaksanakan upaya-upaya percepatan mewujudkan Keerom Bebas Malaria,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Keerom, AF. Hendrik Dimara menjelaskan masalah malaria di Kabupaten Keerom cukup serius berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh UGM.

“Hasil penelitian mengungkap bahwa ditemukan orang sakit malaria dengan asimptomatik atau tanpa gejala. Jika kondisi ini tidak di sadari maka dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan juga hasil penelitian UGM mendapatkan prevalensi malaria di kelompok balita dan anak sekolah tinggi dan prevalensi anemia di anak balita 60 persen,” jelasnya.

Sehingga dengan Perda Malaria dan adanya Rencana Aksi Daerah Percepatan Eliminasi Malaria, Hendrik beeharap dapat memperkuat sistem dan strategi kita dalam mencapai eliminasi malaria.

Kegiatan pertemuan Malaria Center ini berlangsung selama dua hari dengan agenda Uji Publik Ranperda Eliminasi Malaria, penyusunan pokok kegiatan lintas sektoral dalam RAD, rapat kerja Pokja Malaria Center tentang pembentukan Kampung Gempur Malaria dan Penerapan Mulok Malaria di SD/MI. [ayu]