
SENTANI, PapuaSatu.com – Pansus PON XX & PPN XVI terus melakukan monitoring di venue-venue PON maupun di wisma-wisma atlit non hotel.
Saat mengunjungi venue menembak outdoor, Pansus temukan adanya tiga kendala disana yakni tembok di area menembak reaksi roboh.
Menurut informasi dari panitia setempat, tembok tersebut mendadak roboh saat pertandingan menembak reaksi tengah berlangsung.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Pansus PON & PPN XVI, Junaidi Rahim angkat bicara.
“Labilnya tanah pondasi sehingga temboknya roboh. Tapi kelihatannya ada pekerja yang langsung gerak cepat mendirikan tembok lagi usai pertandingan tersebut,” katanya, Jum’at (8/10/21).
Ia berharap tembok tersebut dapat segera jadi agar lapangan area menembak reaksi segera tertutup demi keamanan lapangan. “Meskipun menembak reaksi sudah selesai dipertandingkan, tetapi ini bisa jadi celah untuk orang dari luar masuk ke arena pertandingan dengan sembarangan,” harap Junaidi.
Persoalan kedua yaitu terkait makanan. “Panitia disini (venue menembak) mengaku makanan sering terlambat, nanti kami akan cek apa faktor yang mempengaruhi keterlambatan tersebut. Apakah karena pengantaran? Nasinya juga menurut informasi panitia bahwa kondisinya keras seperti belum matang,” bebernya.
Yang ketiga adalah ketidaktersediaan drainase di venue tersebut. “Harusnya ada dan segera dibuat karena ini kan pertandingan terus berjalan, jangan sampai air dari jalan meluap dan masuk ke tempat pertandingan. Syukur sekarang lapangannya tidak, kompleksnya yang tergenang,” ungkap Junaidi.
Ia juga berharap agar hal tersebut segera dapat perhatian dari dinas terkait. [ayu]










