
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebanyak 5 Kompi Brimob dari berbagai Provinsi di Indonesia akan di turunkan ke empat daerah wilayah Provinsi Papua, untuk memperkuat pengamanan dalam rangka pengesahan Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua.
Personil Brimob Nusantara itu akan memperkuat pengamanan di daerah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Nabire. “Ini untuk mengantisipasi daerah yang dianggap krusial,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Senin (27/06/2022).
Kapolda berharap kepada masyarakat, khususnya yang menolak DOB untuk tidak mengganggu situasi keamanan yang sudah kondusif. “Silahkan menolak tapi tidak mengganggu yang lain, begitu juga yang menerima untuk tidak mengganggu yang lain, yang seakan-akan kita di Papua dihadapkan,” harapnya.
“Biarlah ini berjalan dan semua masyarakat meyakini untuk tidak bermaksud menyusahkan masyarakatnya. Ini harapan saya selaku Kapolda. Mari kita tinggalkan kepentingan pribadi yang berusaha menghasut ke hal hal yang negatif. Biarlah semua kedamaian dan ketentraman di Papua kita jaga bersama karena kenyamanan ini adalah mimik dari kita yang ada di tanah Papua,” tukasnya.
Kapolda menekankan kepada aktor-ator politik khususnya pemimpin wilayah untuk bertanggung jawab terhadap daerah. Harus menjadi tanggungjawab bagaimana melihat wilayah masing-masing papua. “yang kemarin bersama-sama hadir untuk menyampaikan maksud menerima dari DOB. Inilah hakekatnya sebagai pemimpin bukan bersembunyi dibelakang layar,” tekan nya.
Jenderal Bintang Dua ini menegaskan, pembentukan DOB itu bukan untuk mengkotak-kotak kan sesuai wilayah adat kan tetapi tetapi di eratkan untuk memperpendek komunikasi yang dibangun. “Kalau di Kotak-kotak maka sangat berbahaya. Kita di Papua ini budaya yang sama sehingga kita semua pemimpin melihat untung rugi bukan ego masing-masing,” cetus Kapolda.
Menurut Kapolda maksud pembentukan DOB di tanah Papua untuk memperpendek pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing- masing wilayah. “Ini cara untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat di Papua,” imbuhnya. [redaksi]










