
Kabid Humas Polda Papua, Kobes Pol A.M Kamal. Foto : Arie Bagus
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kasus penembakan yang terjadi di Areal PT Freeport, Timika, Kabupaten Mimika, Papua hingga menewaskan Briptu Berry Permana Putra adalah murni tindak kriminal yang dilakukan oleh kelompok bersenjata (KKB).
“Penembakan ini murni kriminal, karena berdasarkan data selama tahun 2017 ini sudah ada sepuluh kali penembakan yang terjadi di areal PT Freeport. Dua diantaranya terjadi pada bulan Agustus lalu” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (24/10/17).
Ia mengemukakan, pasca terjadinya kontak senjata sejak Sabtu – Senin kemarin, saat ini kepolisian Polda Papua khususnya Polres Mimika dan Sat Brimob Polda Ppaua tengah memburu para pelaku kriminal bersenjata dengan jumlah anggota berkisar 15 orang.
“ jadi kami kira mereka masih berada disekitar kaki gunung. Lokasi yang ditempuh dalam pengerjaran para pelaku kriminal ini juga cukup sulit sehingga proses pengejarannya ini terbilang akan lama” kata Kamal.
Kamal menegaskan, senjata yang dilakukan pelaku dibawah pimpinan Sabinus Waker ini menggunakan senjata Steyr yang merupakan hasil rampasan sejak dua tahun lalu. Senjata tesebut memiliki teleskop yang bagus dalam mengukur sasaran.
“Tahun 2015 lalu ada anggota Brimob Polda Sumsel BKO di Tembagapura dibunuh dan 2 pucuk senjata jenis Steyrnya diambil. Nah dugaan kuat senjata yang digunakan adalah Steyr” tambah kamal.
Kamal menambahkan bahwa kelompok kriminal bersenjata ini juga telah meresahkan warga yang berada di sekitar areal Freeport. “Mereka ini ada di hampir setiap sudut areal PT Freeport dan sering juga melakukan pemalakan kepada warga yang tinggal disekitar areal PT Freeport” tukas Kamal.
Ia mengakui, peristiwa kontak tembak di dua lokasi berbeda kawasan areal PT Freeport Indonesia sangat tidak disangka. Dimana penembakan pertama dilakukan, pada hari Sabtu (22/10/17) lalu. “Lokasi penembakan pertama terjadi di Mile 66.5 pada pukul 08.05 WIT saat seorang warga Negara Amerika, Joseph Nelson Hatch Junior,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, di hari yang sama juga terjadi lagi penembakan di Mile 67.5 pada pukul 112.335 WIT. “Mile 67.5 dengan Utikini ini jaraknya sangat jauh, jadi dugaan kuat yang melakukan penembakan ini adalah kelompok bersenjata yang aktif melakukan gangguna terhadap masyarakat dan pekerja di tambang PT Freeport” pungkasnya. (abe/nius)










