
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai, S.T.MM dari partai Golkar melakukan reses tahap II ke daerah pemilihannya di Distrik Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua selama 10 hari.
Denny Bonai langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menerima masukkan dan keluhan yang selama ini di rasakan masyarakat di daerahnya itu.
Dalam pertemuan itu masyarakat menginginkan adanya pembangunan listrik, Internet dan pembangunan infrastruktur yang saat ini masih minim.
“Reses Tahap II kali ini saya lakukan di dapil saya, yaitu Distrik Ambai, Kepulauan Yapen. Harapan masyarakat terutama masalah listrik dan internet,” kata Denny Bonai kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/7/2025).
Mengenai pembangunan Listrik, Bonai akan berupaya menyampaikan langsung kepada Kementerian ESDM melalui Dirjen Kelistrikkan dan PLN sehingga dapat membantu penerangan di di daerah-daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang merupakan program nasional yakni lsitrik desa.
“Saat ini kita sudah berupaya dengan Kementerian ESDM melalui Dirjen Kelistrikan. Sebab di daerah Serui ada 78 Kampung belum ada listrik, sehingga berharap sampai lima tahun ke depan sudah terang,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah melakukan pertemuan dengan Dirjen ketenagalistrikan kementerian ESDM bahwa tahun 2025 ini secara global di Provinsi Papua dianggarkan 100 milyar untuk pembangkit listrik di daera-daera terpencil.
“Kami berharap dengan program ini Dapil saya di daerah Serui bisa segera di bangun, makanya besok saya panggil PLN untuk menindaklanjuti apa terkait keluhan masyarakat mengenai kelistrikan,” tuturnya
Dikatakan, program pembangunan listrik di daerah terpencil ada dua metode yakni, <span;>Green Super Grid atau menarik kabel dari jaringan listrik terdekat dan SuperSUN <span;>(Sorong Ultimate for Electrifying – Surya Untuk Negeri) untuk melistriki desa-desa terpencil.
“Kami berharap dengan 2 metode ini salah satunya bisa segera di bangun. Saya pastikan di Ambai bisa terang semua. Kita berharap tahun ini dan tahun depan sudah harus dikerjakan. Saya harus mempertanggungjawabkan hal kepada masyarakat supaya mereka bisa merasakan terang di daerahnya,” tukasnya.
Terkait Internet, Bonai mengakui ada beberapa Kampung yang sudah masuk jaringan internet namun tidak stabil. Masih banyak yang belum di bangun sehingga diharapkan segera dibangun.
“Tadi, (kemarin) saya sudah ketemu Kadis Kominfo sehingga menanyakan hal ini. Ada program dari mereka terkait internet gratis yang akan di pasang di beberapa titik,” ujarnya.
Selain itu, dihadapan Pimpinan legislator Papua itu masyarakat mengelukan pembangun infrastruktur karena infrastruktur bagi masyarakat salah satu pendongkar jalannya perekonomian di dari ke kampung dan ke Kota.
Menurut Bonai, saat ini jalan sudah dibangun dengan dana APBD Kabupaten Kepulauan Yapen. Hanya saja terbatas dan tidak bisa langsung membangun jalan secara total sepanjang 8 kilometer.
“Jalan di sana baru di cor sepanjang 2 kilometer. Dana dibiaya dari pemerintah Kabupaten namun tidak maksimal sehingga diharapkan dibiayai dari dana APBD Provinsi Papua,” pungkasnya. [loy]










