Refleksi Akhir Tahun, 85 Hari Kepemimpinan Fakhiri–Rumaropen: Lima Terobosan Strategis untuk Papua Cerah

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Refleksi akhir Tahun 2025, sekaligus memasuki 85 hari kepemimpinan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan sejumlah langkah terobosan strategis.

Meski waktu kepemimpinan relatif singkat sejak dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada tanggal 8 Oktober 2025 lalu, namun bernagai kebijakan yang sudah dilakukan Gubernur Papua dan Wakil Gubernur dan telah meletakkan sebagai fondasi pembangunan Papua ke depan.

“Tidak terasa 85 hari telah berlalu sejak saya dan Wakil Gubernur dilantik. Dalam waktu 2 bulan 25 hari ini, kami telah melakukan sejumlah langkah terobosan yang bersifat prioritas dan strategis untuk mewujudkan Papua yang lebih cerah,” ujar Fakhiri dalam penyampaian refleksi akhir tahun di samping para asisten dan para Kadis Provinsi Papua, di Lantai 4 Kantor Gubernur Papua, 31 Desember 2025.

Gubernur Fakhiri, memaparkan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah membangun sinergi dan konsolidasi dengan Pemerintah Pusat. Sehari setelah pelantikan, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua langsung melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian dan lembaga strategis.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan seluruh program pembangunan di Papua sejalan dengan kebijakan nasional, sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat di berbagai sektor,” jelasnya.

Kedua, lanjut Fakhiri, adalah konsolidasi kelembagaan dan penguatan komunikasi publik. Konsolidasi kelembagaan bertujuan memastikan seluruh perangkat pemerintah provinsi bergerak seirama dan berorientasi pada pelayanan prima.

Salah satu fokus utama adalah sektor kesehatan. Berdasarkan hasil inspeksi di sejumlah rumah sakit pemerintah, masih ditemukan persoalan pelayanan yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil. Temuan tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Papua memperkuat manajemen rumah sakit sebagai bagian dari percepatan transformasi pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, Gubernur Fakhiri juga membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat secara terjadwal. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki komunikasi antara pemerintah dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan.

Langkah ketiga adalah penguatan ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Papua. Melalui program strategis nasional Kementerian Pertanian RI, telah dilakukan cetak sawah seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi pada tahun 2025.

Program tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target seluas 5.380 hektare di Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom. Dengan program ini, Gubernur Fakhiri optimistis Papua dapat menjadi lumbung pangan di Tanah Papua sekaligus penyangga ekonomi masyarakat.

Langkah keempat berupa program mudik gratis Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini terlaksana berkat koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan RI dan secara resmi dilepas oleh Wakil Gubernur Papua pada 17 Desember 2025.

“Puji Tuhan dan Alhamdulillah, kami dapat menjawab kerinduan masyarakat Papua untuk mudik Natal secara gratis. Program ini bukan sekadar transportasi gratis, tetapi menjadi model pembangunan konektivitas yang murah, terjangkau, dan berkualitas,” kata Fakhiri.

Langkah kelima adalah agenda perlindungan sosial. Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua akan meluncurkan Kartu Jalan atau Jaminan Sosial Lanjut Usia sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para lansia.

“Program ini adalah komitmen kami untuk memberikan perlindungan kepada orang-orang tua yang sudah tidak berdaya secara fisik maupun psikis,” ujarnya.

Meski mengakui masih banyak tantangan ke depan, Purnawirawan Jenderal Polri bintang tiga ini menegaskan tantangan tersebut tidak akan menghambat upaya mewujudkan Papua cerah. Pemerintah Provinsi Papua juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, pengentasan kemiskinan, pembangunan konektivitas antarwilayah, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata.

Menutup refleksi akhir tahun, Gubernur Fakhiri mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Persatuan adalah modal dasar kita untuk membangun dan mewujudkan Papua yang cerah,” pungkasnya. [loy]