
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Mencermati potensi yang dimiliki Cagar Alam (CA) Cycloop yang berada di wilayah Kota/Kabupaten Jayapura, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Papua menggelar seminar nasional kebumian di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (10/2/26)
Dengan tema “Cycloop: Potensi dan Keberlanjutan”, dihadiri kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat adat, serta berbagai pihak terkait.
Ketua IAGI Pengurus Daerah Papua, Marcelino Yonas, M. Eng, mengungkapkan pentingnya seminar tersebut dalam memberikan masukan dan saran kepada pemerintah serta pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui penguatan peran ilmu kebumian, kita dapat melindungi sumber daya alam khususnya dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan,” ujar Marcelino.
Dikatakan, Papua memiliki potensi geologi yang luar biasa, seperti mineral, energi, dan sumber daya air, yang harus dijaga agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Sehingga, Cycloop dipilih menjadi tema utama seminar, merujuk pada siklus geologi yang melibatkan potensi sumber daya alam dan tantangan lingkungan di Papua.
Menurutnya, kawasan CA Cycloop dikenal sebagai daerah dengan keanekaragaman hayatinya dan sumber air utama masyarakat di sekitarnya, sehingga diskusi tentang keberlanjutannya menjadi sangat relevan.
Sejingga diharapkan seminar tersebut menghasilkan rekomendasi praktis bagi pemerintah dan stakeholder terkait, termasuk strategi mitigasi bencana yang sering terjadi seperti banjir dan longsor.
Selain itu, hasil seminar akan dikompilasi menjadi rekomendasi kebijakan untuk Gubernur Papua dan kementerian terkait.
“Ini adalah langkah awal untuk menjadikan Papua sebagai model pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Marcelino.
Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Drs. Mathius D. Fakiri, S.I.K., M.H diwakili Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Triwarno Purnomo, mengatakan seminar tersebut menjadi wadah penting bagi para pakar untuk membahas pengelolaan sumber daya alam di Pegunungan Cycloop.
Dikatakan, Cycloop bukan hanya sebagai sumber daya ekonomi, tetapi juga sebagai kawasan penyangga kehidupan sumber air utama bagi masyarakat Papua.
“Apapun yang dibicarakan dalam seminar ini, berharap seminar tersebut berjalan baik dan mempersiapkan mitigasi bencana. Cycloop kawasan strategis di Papua yang kaya potensi mineral namun rentan terhadap degradasi lingkungan,” ujar Triwarno.
Triwarno mengingatkan perubahan iklim dan aktivitas manusia telah meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor, banjir, dan gempa bumi di Papua, sehingga pendekatan kebumian yang ilmiah sangat diperlukan.
Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber ahli yang kompeten di bidangnya. Prof. Dr. Adi Tonggiroh, S.T., M.T, Guru Besar Teknik Geologi Universitas Hasanuddin, membahas potensi geologi Cycloop dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, juga menghadirkan Prof. Dr. Ir. Dicky Muslim, M.Sc, Guru Besar Teknik Geologi Universitas Padjajaran, yang fokus pada aspek keberlanjutan sumber daya air di Cycloop.
Narasumber ketiga adalah Awang H. Setyana, geolog independen berpengalaman, yang menjelaskan secara sistematis terkait potensi hidrogen sebagai “energi bersih” tanpa footprint metana di Pegunungan Cycloop.[yat]










