
JAYAPURA, PapuaSatu.Com – Dinas Pertanian Provinsi Papua melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura menggelar sosialisasi persiapan pemotongan hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Sosialisasi ini dilakukan secara masif guna memastikan seluruh proses penyembelihan hewan qurban di ibu kota Provinsi Papua berjalan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) serta memenuhi ketentuan syariat Islam.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Marselina Aron, menjelaskan bahwa agenda ini dilaksanakan di lima distrik di kota Jayapura oleh dua tim.
“Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di lima distrik se-Kotamadya Jayapura. Pagi ini di sini di Kafe Djimbaran, Holtekamp, untuk Distrik Jayapura Selatan,” ujar Marselina di sela-sela kegiatan di Kafe Djimbaran Holtekamp, Kota Jayapura, Sabtu (23/5/26).
Ia menambahkan, edukasi ini sengaja menggabungkan dua perspektif penting, yaitu ilmu medis veteriner dan hukum fikih Islam.
“Kegiatan ini melibatkan para dokter hewan yang ada di Kota Jayapura dan paramedik dari Veteriner Jayapura yang mensosialisasikan tentang kesehatan. Dan juga kami hadirkan dua ustadz untuk mensosialisasikan dari sisi hukum-hukum di agama Islam terkait penyembelihan hewan kurban,” urainya.
Di tempat yang sama, Pejabat Medik Veteriner Ahli Madya, drh. I Nyoman Polos, menegaskan bahwa pemerintah tidak mau kecolongan terkait kelayakan daging yang akan dikonsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan ketat akan dilakukan secara berlapis.
“Kami bertugas melakukan pengawasan dari sisi kesehatan hewan kurban, baik sebelum dan sesudah pemotongan. Tujuannya agar pemotongan hewan kurban sesuai dengan kesehatan dan syariat Islam. Dari syarat kesehatannya, sapi kurban itu harus sehat,” tegas drh. Nyoman.
Untuk memaksimalkan pengawasan di lapangan, sebuah tim gabungan lintas instansi yang solid telah dibentuk.
“Pengawasan melibatkan Dokter dan Mantri Hewan dari Dinas Pertanian Papua, dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jayapura, dari Balai Besar Karantina Hewan Ikan Tumbuhan Papua, dari Balai Veteriner Jayapura, dan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Papua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, drh. Nyoman memaparkan bahwa teknis pemeriksaan medis hewan qurban di Jayapura akan dibagi menjadi dua tahapan krusial, yaitu :
- Pemeriksaan Antemortem:Pemeriksaan fisik secara menyeluruh saat hewan masih hidup. Proses ini dilakukan langsung di lokasi-lokasi penampungan hewan sebelum dibeli oleh masyarakat, serta di halaman masjid-masjid menjelang hari H pemotongan.
- Pemeriksaan Postmortem:Pemeriksaan organ dalam setelah hewan disembelih. Untuk wilayah Papua, petugas akan berfokus memeriksa bagian daging, hati, usus, hingga paru-paru. Langkah ini diambil demi memastikan organ dalam terbebas dari cacing hati atau penyakit menular lainnya, sehingga daging qurban yang dibagikan benar-benar sehat dan layak konsumsi.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua berharap ibadah qurban umat Muslim tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan jaminan ketentraman batin bagi masyarakat yang mengonsumsinya.(Red)










