Antisipasi Covid-19, Bupati Puncak Jaya Bagi Sembako dan Sosialisasi di Empat Distrik

0
215
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda saat mensosialisasikan pencegahan penularan virus corona sekaligus penyerahan bantuan masker dan sembako kepada masyarakatnya di empat distrik

MULIA, PapuaSatu.com – Demi mencegah penularan virus corona, Bupati Puncak Jaya beserta rombongan Muspida, TNI, Polri dan pejabat Eselon II dan III mengadakan kunjungan kerja serta sosialisasi pencegahan virus corona ke distrik-distrik sekaligus memberikan bantuan dua truk sembako, Sabtu (11/4).

Wabah Covid-19 yang sangat meresahkan tentu memunculkan sosial fobia (rasa takut dan rasa tidak nyaman) bagi warganya untuk beraktivitas di luar rumah.

Sedangkan masih banyak masyarakat yang sangat bergantung kepada mata pencaharian yang mengharuskan kontak dengan person lain.

Kondisi tersebut menggerakkan Muspida untuk terjun langsung ke lapangan, sekaligus memberikan sosialisasi dan pemahaman dan pendampingan.

Terlihat dari pantauan di lapangan, ribuan masyarakat berkumpul di tengah asap yang membumbung dari acara bakar batu sebagai ungkapan syukur sambut pembabtisan besok di dua tempat berbeda.

Kendati takut, tetapi juga harus menghidari panik dan stress berlebihan dengan tetap waspada, dengan pesan agar masyarakat awas atau waspada bila melihat orang baru yang berasal dari luar, serta menahan diri untuk tidak berdekatan dan melakukan kontak demi mencegah penularan Covid-19.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos,S.IP, MM dalam arahannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang ikut ambil bagian dalam penanganan covid-19 di Puncak Jaya.

“Keputusan karantina wilayah yang kita ambil merupakan kabupaten yang pertama di Papua dan Indonesia dan itu sudah tepat, terbukti beberapa daerah terpaksa melakukan itu,” ujar bupati.

Adapun dua minggu kedepan, kata bupati, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya telah mengambil langkah karantina terbatas.
“Tidak boleh ada penumpang yang keluar dan masuk berasal dari wilayah lain dan mulai hari ini untuk penerbangan kita buka hanya untuk kebutuhan barang serta logistik. Pemerintah sebagai Wakil Allah di Muka Bumi jadi harus percaya,” ungkap Bupati Yuni.

Hal tersebut senada dengan aspirasi masyarakat yang merasa puas dengan keputusan yang diambil pemerintah yang disampaikan dengan bahasa ibu (lani).

salah seorang Mama Dani yang menangis haru sebagai ungkapkan terima kasih yang tulus kepada pemerintah yang selalu hadir di tengah masyarakat.

“Kami masyarakat tidak tahu apa itu penyakit ini, tapi bapa dorang lindungi kami tutup daerah demi kebaikan kami semua,” ungkap Mama Dani haru.

Di Distrik Gurage Pemerintah ikut membagikan sembako dan masker melalui Klasis Gurage.

Ditengah masyarakat Distrik Gurage Bupati juga menambahkan bahwa dengan adanya pandemik corona ini, masyarakat diharapkan untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan keluar daerah, tetap tinggal di rumah dengan melakukan aktifitas dengan berkebun. Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan makanan pokok yang ada di kebun.  Kondisi Status kita masih hijau mari jaga bersma. Karena bantuan yang di berikan saat ini tidak berupa beras, melihat masalah yang terjadi beras merupakan kebutuhan yang sangat sulit untuk kita peroleh” ujar Bupati.Ditempat yang sama, Dandim 1714/PJ Letkol. Inf. Agus Sunaryo dalam arahannya kepada tokoh agama dan masyarakat mengatakan, dengan adanya wabah Virus Corona diharapkan masyarakat dapat melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan selalu mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.

Selaku pimpinan TNI jajarannya siap antisipasi jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait wabah covid di Pos – pos TNI yang tersebar di Puncak Jaya.
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda bersama Ketua DPRD Puncak Jaya, Kapolres.dan Dandim dalam kesempatan penyerahan bantuan sembako untuk masyarakatnya di empat distrikHal senada disampaikan Kapolres Puncak Jaya AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM yang berharap, agar apa yang telah pemerintah lakukan terkait pencegahan virus corona dapat dipahami dan dilaksanakan masyarakat di Puncak Jaya.

“Tidak perlu takut karena wabah ini pasti berlalu dan sementara,” ujar Kapolres.

Sebagai umat Kristiani dirinya berharap agar umat GIDI ikut mendoakan Daerah dan Indonesia agar cepat dipulihkan.
Salah seorang warga bahkan secara spontan menekankan bahwa langkah penutupan bandara dan jalur udara yang telah diambil membuat masyarakat dari distrik berterima kasih kepada pemerintah daerah.

Masyarakat berharap Pesawat serta mobil lajuran tidak diperbolehkan masuk selama 8 bulan kedepan.
Ketua DPRD, Zakaria Telenggen juga menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar sampai masa karantina wilayah berakhir.

Disinggung masalah pembabtisan massal jemaat GIDI, pemerintah akan ikut mengawal proses itu dan menyampaikan agar protap physical dan social distancing tetap dijaga.
Jika ada gejala dari masyarakat dapat menghubungi pos terdekat.

Di lokasi berbeda, dihadapan ratusan warga Distrik Tingginambut, bupati bersama Muspida yang hadir memberikan bantuan sembako dan masker kepada masyarakat di distrik tingginambut, kalome, dan wanwi.

Bantuan di berikan secara simbolis kepada masyarakat.
“Ini bukan masker bikin dari luar, tetapi diproduksi sendiri oleh penjahit lokal Mulia, sudah 3.000 pcs kita distribusi dan masih terus diproduksi, nanti kita bagi ke distrik dan kampung,” terang Bupati disambut tepukan meriah ratusan masyarakat distrik Tingginambut.

Nampak jelas bahwa, kondisi masyarakat Puncak Jaya yang sangat kental dengan adat istiadat dan kearifan lokal serta kekerabatan ini mustahil untuk membuat mereka untuk duduk menjaga jarak satu dengan yang lain.

Disampaikan oleh Wakil Ketua Klasis GIDI Mulia yang hadir, Pdt. Telius Wonda bahwa kendati imbauan pemerintah untuk melakukan PSBB pihak gereja tetap melakukan pembaptisan sesuai prosedur yang digariskan.

Hal ini dikarenakan telah diagendakan jauh hari bahkan tertunda terus dan menurutnya seluruh masyarakat atau peserta baptis dipastikan tidak ada yang baru datang dari luar. Direncanakan ibadah tersebut dihelat di Distrik Tingginambut, Distrik Wanwi, dan Distrik Kalome tanggal 12 april 2020 besok.

Sebanyak 442 orang akan dibabtis dalam kegiatan itu di tingginambut Total sekitar 1.000 lebih jemaat akan dibabtis esok hari.

Dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan “Masyarakat yang telah di baptis agar tidak kembali kepada masa lalu tetapi berpegang kepada firman Tuhan untuk melayani keluarga dan masyarakat” tutup Bupati Yuni.

Dikesempatan berbeda disinggung perihal ketersediaan bama bagi masyarakat 27 distrik, Bupati menyampaikan stok saat ini masih kuat untuk menopang hidup masyarakat melalui jalur logistik udara yang masuk. Sedangkan angkutan manusia dan hewan tidak diperbolehkan.[Humas PJ]