
YAHUKIMO, PapuaSatu.com – Panitia Pembangunan Jemaat GIDI Motulen Dekai bersama Panitia Pentahbisan Gedung Gereja Baru yang diketuai Pdt. Leo Soma, S.Th, merayakan peresmian gedung gereja baru yang berlokasi di Jalan Gunung Tomon 1, Yahukimo, pada Kamis (30/10/2025).
Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, SH., MH., Wakil Bupati Esau Miram, S.IP., serta jajaran TNI/Polri dan para undangan lainnya.
Ketua Panitia Pembangunan, Olnes Pahabol, menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja tersebut dimulai sejak tahun 2015 hingga 2021, dan sempat terhenti pada tahun 2021–2024 karena beberapa kendala.
“Kami membangun selama tujuh tahun, dan puji Tuhan hari ini bisa diresmikan. Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Kabupaten Yahukimo, terutama almarhum Abock Busup dan Yulianus Heluka, yang memberikan bantuan modal awal sebesar Rp100 juta,” ujar Olnes.
Ia menambahkan, selama proses pembangunan, pemerintah daerah terus memberikan dukungan.
“Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sejak periode pertama telah membantu Rp700 juta, sementara almarhum Abock Busup dan Yulianus Heluka kembali menambah bantuan sebesar Rp650 juta. Jadi total bantuan pemerintah mencapai Rp1,35 miliar,” ungkapnya.
Menurut Olnes, total dana yang digunakan untuk membangun gereja baru ini mencapai Rp4 miliar, dan seluruhnya telah digunakan untuk penyelesaian bangunan utama. Namun, masih ada beberapa kebutuhan yang belum tuntas, seperti pembuatan logo GIDI, kamar mandi, dan papan nama gereja.
“Kami berharap pihak pemerintah dan jemaat dapat terus membantu menyelesaikan kekurangan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian, Pdt. Leo Soma, S.Th, menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan rumah ibadah ini.
“Hari ini gereja GIDI Motulen Dekai resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miram, S.IP, pada pukul 12.27 WIT. Kami bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya,” ujar Pdt. Leo.
Acara peresmian turut diwarnai dengan ibadah syukur dan makan bersama jemaat. Panitia menyiapkan dana sekitar Rp250 juta dan 105 ekor babi yang disembelih untuk pesta syukuran tersebut.
Wilayah GIDI di Yahukimo sendiri terdiri dari 15 jemaat, termasuk jemaat di wilayah Seng dan Solo. Gereja baru ini diharapkan menjadi pusat peribadatan dan kebersamaan bagi seluruh umat GIDI di Kabupaten Yahukimo.
“Kami berharap gereja ini menjadi tempat ibadah yang damai dan membawa berkat bagi seluruh warga GIDI,” tutup Pdt. Leo. [loy]










