Puluhan Pengrajin Lokal Biak Dilatih Seni Ukiran untuk Meningkatkan Ekonomi Kreaktif di Papua

BIAK, PapuaSatu.com – Dinas Pariwisata Provinsi Papua bersama Pemerintah kabupaten Biak Numfor terus meningkatkan kreatifitas masyarakat, khususnya bagi pengrajin lokal di kabupaten Biak  Numfor pelatihan seni kerajinan ukiran.

Pelatihan yang berlangsung di salah satu Hotel kabupaten Biak Numfor-Papua ini sejak, Senin (29/10/2018) ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Yoseph I.S Matutina, S.sos. M.Si melalui Asisten II kabupaten Biak Numfor Ferry Bettay.

Ferry Betay dalam sambutannya mengatakan, pelatihan seni kerajinan ukiran ini merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan global sekaligus merupakan momentum untuk mengukur dan mengevaluasi perkembangan ekonomi kreatif di Papua.

“ tujuannya untuk membangun kesepahaman dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), masyarakat  khususnya pengembangan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat asli,” ujar Ferry

Ia menjelaskan, salah satu program ekonomi kreatif adalah menumbuhkembangkan sumber daya masyarakat lokal melalui penyuluhan dan pelatihan berbasis seni dan kreasi, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal kepada masyarakat yang akan menerima manfaat dari kunjungan wisatawan yang berbelanja produk seni dan kerajinan masyarakat sebagai souvenir atau buah tangan untuk keluarga.

Sebab menurutnya pemerintah provinsi papua melalui dinas pariwisata tetap melaksanakan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelatihan seni kerajinan tangan, pembuatan imitasi burung cendrawasih, pelatihan pembuatan batik tulis, pelatihan tenun termasuk pelatihan seni kerajinan ukiran di biak.

Untuk itu, Feerry berharap agar ke depannya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya pengrajin lokal pembuat kerajinan.  “Kita harus bergerak cepat fleksibel  serta selalu meningkatkan kualitas produk karena kita berada dalam pasar persaingan yang hebat dan ketat, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional,” jelas ferry

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Papua Herman Saud, S.pd. M,Si mengatakan, pelatihan ini untuk persiapan Sumber Daya Manusia dalam rangka persiapan produk lokal untuk venue PON 2020. Dinas Pariwisata Provinsi Papua telah membangun ruang kreatif.

“harapan kami supaya semua kegiatan yang dilakukan walaupun waktunya singkat, gunakan waktu yang singkat ini dengan alat – alat yang diberikan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas dalam berkreativitas untuk menyiapkan produk ekonomi kreatif  persiapan PON 2020 ini sangat penting.” Pungkasnya

Peserta kegiatan pelatihan seni kerajinan ukiran di Kabupaten Biak Numfor berjumlah 20 orang yang terbagi dalam empat kelompok. kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari sejak tanggal 29 sampai 30 oktober 2018.

Selain melakukan pelatihan, Dinas Pariwisata Provinsi Papua juga memberikan penyaluran hibah daerah berupa mesin sekap satu unit, mesin bor satu unit, mesin gurinda tangan satu unit, amplas satu buah, gergaji kayu 12 unit, gergaji 12 unit, gergaji blade satu buah, isi gergaji satu buah, kertas amplas lima lembar, pensil satu dus, kertas manila 10 lembar, cutter 5 buah, isi cutter  5 set, dan gunting 5 buah dan lain sebagainya. [vhie/loy]