Soal Dana Otsus untuk Keagamaan, MRP Akan Panggil Bupati Supiori

0
596
Wakil Bupati Supiori Onesias Rumere, S.Sos bersama rombongan Pokja Agama MRP dalam kunjungannya pecan lalu. (ist)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Bantuan dana otsus untuk bidang keagamaan di Kabupaten Supiori, tidak dirasakan umat Tuhan di pulau injil tersebut. Padahal 80 % dana Otsus yang dikucurkan provinsi sudah termasuk di dalamnya  dana keagamaan, disamping dana kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Kondisi membuat miris hati  Tim Pokja Agama Majelis Rakyat Papua yang berkunjungan ke Supiori pecan lalu.

Ketua Pokja Agama MRP, Yoel Mulait,SH  mengatakan, pertemuan yang dilakukan bersama masyarakat di Supiori tersebut, salah satu keluhan yang diungkap masyarakat yaitu tidak dirasakannya dana otsus untuk keagamaan. Ironisnya lagi, katanya Ketua FKUB Kabupaten Supiori yang mengikuti kegiatan ke Makassar terpaksa harus pinjam uang Rp 10 juta ke orang lain. “Ini sangat miris, untuk itu  dalam waktu dekat kami akan panggil Bupati Supiori  menanyakan pemanfaatan dana Otsus tersebut mengapa tidak sampai ke umat,”katanya kepada PapuaSatu di kantornya, Jumat(28/3).

Kata dia, ternyata yang dikeluhkan tak hanya dana keagamaan,tetapi juga dana pendidikan dan kesehatan yang tidak dinikmati  masyarakat Supiori. MRP mengaku menemukan banyak permasalahan di pemerintahan Supiori yang perlu mendapat perhatian serius. Selain fasilitas kantor dan pelayanan, juga keberadaan pegawai yang rata-rata tinggal di Kabupaten Biak,padahal jarak Biak -Supiori sangat jauh,ditempuh 2-3 jam perjalanan,sehingga pegawainya tidak bisa bekerja maksimal. Jika ini dibiarkan terus kapan Supiori ini  maju. “Mengapa pegawai tidak diharuskan tinggal di Supiori, kalau tempat tinggal jadi alasan, di sana banyak rumah rakyat dapat difungsikan,”katanya.

Kunjungan Pokja Agama MRPke Supiori guna mengetahui sejauh mana tingkat toleransi  umat beragama di sana, dan ternyata cukup bagus dan kondusif. Bahkan nuansa injil sangat terasa di sana. Untuk itu, MRP merekomendasikan agar Kabupaten Supiori dijadikan Pulai Injil selain pulau Mansinam.

Sebab sejarah masuknya Injil ke Papua dimulai dari Pulau Mansinam di Manokwari setelah itu ke Supiori barulah diteruskan ke daerah lainnya di Papua. “MRP akan merekomendasikan ke Pamda Supiori agar dapat  menerbitkan suatu Perda tentang Supiori Pulau Injil,”katanya.[sony]