22,5 Persen Perawat di Kota Jayapura Belum Miliki STR

0
171
Yoma Lisapaly

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Jayapura, Yoma Lisapaly mengungkapkan, dari 1.603 perawat yang berada di Kota Jayapura, sedikitnya 22,5 persen belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

“Perawat saat ini di Kota Jayapura yakni yang tersebar di 7 Rumah Sakit swasta, 13 Puskesmas, 24 puskesmas pembantu dan klinik-klinik swasta seperti klinik kecantikan dan klinik-klinik lainnya berjumlah 1.603 orang. Namun hanya 87,5 persen saja yang sudah memiliki STR,” ungkapnya kepada wartawan usai seminar dan workshop STR Online versi 2.0 di Grand Abe Hotel, Jum’at (12/7/2019).

Maka, 22,5 persen perawat di Kota Jayapura belum memiliki STR yakni sekitar 201 orang.

“Beberapa orang sedang mengikuti STR ulang karena saat mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan STR sempat gagal, sedangkan yang lainnya masih sementara pemberkasan,” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa STR ini sangat penting bagi seorang perawat terlebih lagi saat ini masyarakat menuntut seorang perawat wajib bekerja secara profesional dan kompeten.

“Seorang perawat dianggap kompeten apabila memiliki STR. Selain itu STE juga adalah payung hukum untuk perawat. Ketika terjadi suatu kesalahan yang dilakukan oleh perawat saat bekerja dan dihadapkan dengan pihak aparat maka akan ditanyakan terlebih dahulu apakah memiliki STR atau tidak. Dan juga kewajiban memiliki STR bagi seorang perawat di UUD keperawatan yakni UU no.38 tahun 2014,” jelasnya.

Sementara itu, Assisten II Kota Jayapura, M. Nurjainudin K, berharap perawat yang belum memiliki STR bisa segera mengurus dan mengikuti tes uji kompetensi untuk mendapatkan STR.

“Perawat menjadi tulang punggung kesehatan maka memiliki STR ini sangat penting untuk tingkatkan kualitas perawat dj Kota Jayapura,” tutupnya.[ayu]