
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Komisi V DPR Papua, menemukan berbagai permasalahan serius di sektor kesehatan setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah rumah sakit di Jayapura dan sekitarnya belum lama ini.
Dari peninjauan tersebut, ditemukan kerusakan fasilitas, kendala pelayanan, hingga masalah pada sistem BPJS Kesehatan yang berdampak pada warga.
Menurut anggota Komisi V DPR Papua, Arifin Mansyur bahwa beberapa fasilitas kesehatan di rumah sakit yang berada di bawah Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Papua, seperti RSUD Dok II Jayapura dan beberapa rumah sakit vertikal lainnya, mengalami kerusakan.
“Kami turun langsung ke beberapa rumah sakit dan menemukan ada sejumlah fasilitas yang rusak. Hal ini sudah kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua pada hari Senin kemarin,” ujar Arifin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).
Selain itu, kata Arifin, masyarakat juga menghadapi kesulitan mendapatkan pelayanan dokter spesialis.
Dimana banyak pasien harus menunggu lama, bahkan hingga sore hari, tanpa bisa bertemu dokter yang dituju.
Arifin berpandangan hal ini terkendala pada sistem insentif bagi dokter dan tenaga kesehatan turut menghambat pelayanan.
Oleh karena itu, Komisi V DPR Papua telah meminta Dinas Kesehatan Provinsi Papua segera menindaklanjuti masalah ini.
Terkait pembangunan fasilitas kesehatan, Arifin menjelaskan bahwa saat ini sedang berlangsung beberapa proyek pembangunan rumah sakit di Papua, termasuk pembangunan Rumah Sakit Jayapura vertikal, serta RS Perum yang progresnya telah mencapai sekitar 50 persen.
“Kamimendapatkan laporan adanya pembangunan rumah sakit di Kabupaten Jayapura, serta laboratorium kesehatan di beberapa wilayah. Harapannya, kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten dapat terus berjalan agar masyarakat di semua daerah bisa mendapatkan akses kesehatan yang memadai,” ungkapnya.
Selain persoalan fasilitas dan pembangunan, Komisi V DPR Papua juga menyoroti masalah BPJS Kesehatan. Berdasarkan laporan masyarakat, ditemukan banyak kasus kartu BPJS yang kadaluarsa sehingga pasien tidak bisa mendapatkan layanan.
“Kami menemukan masyarakat yang sudah antre di rumah sakit tiba-tiba ditolak karena kartu BPJS-nya tidak aktif. Setelah dikonfirmasi, ternyata masih ada tunggakan pembayaran dari beberapa pemerintah kabupaten dan provinsi ke BPJS,” jelas Arifin.
Ia berharap, dengan adanya kepemimpinan gubernur baru di Papua, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan BPJS dapat diperkuat, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa berjalan maksimal.
“Kesehatan masyarakat adalah hal utama. Kita harus pastikan seluruh warga Papua mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak sesuai dengan cita-cita pemerintah,” tukasnya.
Sementara itu, secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 800 rumah sakit di seluruh kabupaten se-Papua, yang ditargetkan rampung pada tahun 2027. [loy]





![Ondoafi Kampung Tobati Laut Ajak Warga Dukung Program Pemerintah untuk Tingkatkan Kesejahteraan JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ondoafi Kampung Tobati Laut, Hans Howa Ireeuw, mengimbau seluruh masyarakat adat Kampung Tobati untuk mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hans Ireeuw menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kampung Tobati Laut. ”Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang pangan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, ” ujarnya saat sosialisasi program pemerintah pusat bersama warga Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9/2025). Ondoafi Hans Howa Ireeuw menjelaskan empat program utama yang memerlukan dukungan penuh masyarakat, antara lain: Program Makan Bergizi Gratis Program ini menjadi prioritas utama untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama saat berada di sekolah. ”Tujuannya adalah menunjang pertumbuhan anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mencegah stunting dan gizi buruk,” jelas Hans Howa Hans kembali menjelaskan bahwa Pemeriksaan Kesehatan Gratis Layanan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat. “Masyarakat dapat melakukan deteksi dini penyakit dan memperoleh penanganan cepat tanpa biaya,” paparnya. Koperasi Merah Putih Koperasi ini menjadi tulang punggung penguatan ekonomi rakyat, yang mendorong semangat gotong royong dalam membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan. Lbih lanjut disampaikn Hans Howa bahwa, program Sekolah Rakyat Program ini menghadirkan perubahan pendidikan dengan memberikan ruang bagi guru dan siswa untuk belajar secara kreatif, bebas berinovasi, serta fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kedamaian di tanah Papua. Ia mengimbau masyarakat Kampung Tobati Laut untuk tidak terlibat dalam aksi demonstrasi atau kegiatan yang dapat mengganggu keharmonisan. “Masyarakat Kampung Tobati Laut tidak perlu ikut demo atau palang-palang, kita hidup rukun dan selalu gotong royong,” tegasnya. Hans Howa Ireeuw juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian serius pemerintah kepada masyarakat adat. Ia menilai program-program unggulan tersebut sangat penting dan mendasar dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Ia mengajak seluruh masyarakat bersatu, saling mendukung, dan bersama-sama mewujudkan masyarakat Papua yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas. “Bersama rakyat pemerintah kuat. Bersama pemerintah, rakyat berdaulat,” tutup Ondoafi Hans Howa Ireeuw. [loy] Caption : Ondoafi Kampung Tobati Laut, Hans Howa Ireeuw, saat foto bersama dengan warga Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (26/9/2025).](https://papuasatu.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250926-WA0043-218x150.jpg)




