4 Sasaran Startegis BKKBN Papua di Tahun 2019 Belum Mencapai Target

0
110

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua melakukan Telaah Tengah Tahun Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Review) & Penguatan Tim Pengendali DAK Sub Bidang KB (Koordinasi Laporan Pelaksanaan DAK/Morena, Monitoring DAK dan Orientasi Petugas Pengelola DAK) Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Tahun 2019, di Hotel Grand Abe, Rabu (30/10/2019) pagi.

Bertemakan ‘Percepatan Pencapaian Kinerja Program KKBPK Dalam Rangka Menyongsong RPJMN Tahun 2020-2024’, kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE, MSi.

Menurutnya, tahun 2019 adalah tahun terakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Renstra 2015-2019 dalam mencapai target 5 tahun kerja.

“Untuk mencapai target tersebut diperlukan komitmen dan dukungan dari para pemangku kepentingan mitra kerja dan dinas terkait di daerah guna menyamakan menyamakan persepsi dan kesepakatan yang di mana telah dilaksanakan pada rakorda awal tahun setiap tahunnya,” katanya saat memberikan sambutan.

Namun, untuk mencapai hasil maksimal pada tahun 2019 ini, BKKBN Papua terus mencermati dan menjadikan hasil capaian kinerja tahun 2018 sebagai tolak ukur.

“Dari 6 sasaran strategis hanya 2 yang mencapai target pada tahun 2018 yaitu penurunan tingkat putus pakai kontrasepsi (drop out) dengan capaian 21,40% dari target 25% (persentase 114%) dan peningkatan peserta KB aktif 15.184 peserta dari target 14.574 peserta (persentase 104%),” ujarnya.

Ada 4 sasaran strategis yang belum mencapai target yakni turunnya angka kelahiran total dengan capaian 2,96% usia 15-19 tahun dari target 2,49 (persentase 81%), turunan UN Met Need dengan capaian 13,80% dari target sebesar 14,6% (persentase 94%). Lalu pemakaian kontrasepsi modern dengan capaian sebesar 28,4% dari target 42, 91% (persentase capaian 67%), ke-4 peserta KB aktif MKJP dengan capaian 17,6% dari target 27,4% (Persentase persentase capaian 62,4%).

“Tentu saja dengan kondisi tersebut, hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan segera dikerjakan untuk bisa mencapai target yang maksimal pada akhir tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu pada forum review ini, secara bersama-sama BKKBN akan mencari solusi apabila ada permasalahan yang dihadapi sepanjang pelaksanaannya pada semester yang telah dilewati selanjutnya akan melakukan rencana aksi pada semester 2 dalam sisa waktu 2 bulan kedepan mengakhiri tahun 2019. [ayu]