Bimas Katolik Kemenag Papua Fokus Bangun SDM dan Sarana Pendidikan Tahun 2025

Caption : Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Fransiskus Xaverius Leso Mar, S.S saat memaparkan program pembangunan dan sarana pendidikan Tahun 2025
Caption : Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Fransiskus Xaverius Leso Mar, S.S saat memaparkan program pembangunan dan sarana pendidikan Tahun 2025

‎JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Fransiskus Xaverius Leso Mar, S.S, mengatakan bahwa Program Prioritas Bimas Katolik Tahun Anggaran 2025 difokuskan pada dua sektor utama, yakni pembangunan bidang urusan agama Katolik dan pembangunan bidang pendidikan agama serta keagamaan Katolik.

‎Menurut Fransiskus, arah kebijakan strategis pembangunan bidang agama tahun 2025 tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) umat Katolik, tetapi juga pada penyediaan sarana dan prasarana keagamaan serta pendidikan.

‎“Pembangunan bidang agama tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter dan keimanan umat agar menjadi pribadi yang beriman, berdaya guna, dan mampu berkontribusi bagi sesama,” ujar Fransiskus pada kegiatan ngobrol bareng Kanwil Kemenag Papu bersama awak media, Rabu (29/10/2025).

‎Pembangunan Rumah Ibadah di Wilayah 3T

‎Salah satu program utama Bimas Katolik tahun 2025 adalah pembangunan rumah ibadah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

‎Program ini menjadi perhatian khusus dari Direktorat Jenderal Bimas Katolik, dengan anggaran sebesar Rp15,3 miliar. Pembangunan difokuskan pada beberapa daerah, antara lain di Gerong, Cewek, dan beberapa wilayah lainnya, dan ditargetkan rampung serta dapat digunakan pada Januari 2025.

‎“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya memberikan bantuan tahap awal, tahun ini pembangunan dilakukan secara penuh, dari awal hingga selesai,” kata Fransiskus.

‎Pembinaan Calon Pengantin dan Keluarga Katolik

‎Selain pembangunan fisik, Bimas Katolik juga melaksanakan program pembinaan calon pengantin Katolik, yang tahun ini diikuti 374 pasangan calon pengantin di 16 satuan kerja, termasuk di Provinsi Papua.

‎Program ini bertujuan agar calon pasangan memahami makna dan nilai sakral perkawinan Katolik.

‎Selain itu, terdapat program pembinaan keluarga Katolik bahagia yang menyasar 900 keluarga di berbagai kabupaten/kota, bekerja sama dengan pihak gereja dan lembaga pendamping keluarga.

‎Penguatan Lembaga dan Pembinaan Generasi Muda

‎Bimas Katolik juga melaksanakan penguatan lembaga dan kelompok umat Katolik, guna memperkokoh peran, fungsi, dan kapasitas organisasi keagamaan dalam pelayanan dan pembinaan umat.

‎Program pembinaan generasi muda juga dilakukan melalui kegiatan pendidikan karakter dan moderasi beragama di sekolah-sekolah, baik sekolah Katolik maupun sekolah umum.

‎Peningkatan Mutu Pendidikan Katolik

‎‎Di bidang pendidikan, Bimas Katolik menyiapkan program bantuan persiapan akreditasi sekolah untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan Katolik.

‎Saat ini terdapat 12 sekolah binaan, terdiri dari delapan sekolah dasar dan empat lembaga PAUD, dengan hasil akreditasi yang terus meningkat — satu sekolah telah meraih akreditasi A, satu B, dua C, dan satu lagi masih dalam proses penilaian.

‎Fransiskus juga menjelaskan bahwa hingga 2024, sudah ada 312 guru agama Katolik yang lulus Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan menerima tunjangan profesi. Pada 2025, ditargetkan akan ada tambahan 200 guru tersertifikasi, dengan 95 di antaranya saat ini sedang dalam tahap akhir administrasi.

‎Fokus Peningkatan Kompetensi Guru

Meski menghadapi efisiensi anggaran pada 2025, Bimas Katolik tetap memprioritaskan peningkatan kompetensi guru agama Katolik.

‎Pelatihan akan dilaksanakan menggunakan fasilitas Kantor Kementerian Agama di beberapa daerah.

‎“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik karena guru adalah kunci dalam pembentukan karakter dan iman peserta didik,” tutup Fransiskus. [loy]