Black Brothers Pahlawan Seni Budaya di Tanah Papua

3224

Emal Rumwaropen : Pemerintah Harus Berikan Penghargaan

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Emal Rumwaropen, salah satu Seniman Musik Papua berharap pemerintah mengenang Group Legenda Black Brothers sebagai Pahlawan Seni-Budaya di Tanah Papua.

Pasalnya, group legenda ini sudah banyak memberikan kontribusinya melalui lirik-lirik lagu yang menceritakan tentang persoalan sosial, budaya, dan politik untuk Tanah Papua. Meski, hanya melalui seni musik.

“Jadi saya maksudnya, pesan untuk pemerintah di tanah Papua. Ayolah, pemerintah itu kenang mereka (legenda black brothers) sebagai pahlawan. Tapi kadang-kadang pemerintah lupa, kalau peran seni, padahal peran seni ini untuk merubah atau merevolusi suatu bangsa atau negara menjadi besar,”ujar Seniman Musik Papua, Emal Rumwaropen yang ditemui, PapuaSatu.com, di Manokwari, baru-baru ini.

Maka, dirinya menegaskan bahwa sebagai seorang seniman musik yang sering-sering membawa atau menyanyikan lagu-lagu dari group legenda tersebut merasa nyaman, karena lagu-lagu itu sangat diterima di semua kalangan masyarakat Papua, bahkan di kanca nasional dan internasional.

“Jadi saya hanya mau sampaikan kepada pemerintah, berikan apresiasi. Bukan kita bicara tentang materi, tetapi suatu penghargaan, entah itu berupa tugu atau museum maupun gallery khusus untuk group legenda kami ini. Jadi biar mereka punya rentatan sejarah itu bisa terus dikenang sepanjang massa oleh kami generasi Papua,”ungkap Rumwaropen.

Namun, kata Seniman muda Papua ini, apabila pemerintah tidak cepat menanggapi persoalan tersebut, maka semua yang menjadi sejarah khusus dari group legenda orang Papua ini akan hilang ditelang waktu.

“Jadi jangan kita hanya lihat dari satu perspektif yaitu seni, tap ini bukan permasalah seni dan kalau hanya seni tidak mungkin pengaruhnya sampai seluasa tanah papua bahkan sampai di dunia internasional. Tapi ini lebih dari seni dan ini adalah masalah spirit atau nasionalisme dari bangsa papua, bahkan mereka sangat berani korban karir mereka,”kata Emal Rumwarupen.

Padahal, menurutnya, pada tahun sekitar 1970-an itu mereka (group legenda) ini sempat menguasai pasar industri Indonesia. Namun, tiba-tiba group kesanyangan orang papua ini mati suri, karena mungkin komitmen dari para personil yang memang sudah benar-benar pertaruhkan seluruh jiwa raga mereka untuk tanah Papua.

“Opsesi pada politik mereka sangat besar, ketimbang opsesi mengkaryakan lagu-lagu mereka pada saat itu. Maka mereka harus melarikan diri ke luar negeri,”sebutnya.

Disamping itu, Emal Rumwaropen juga menyatakan kesedihannya karena para personil group legenda Papua ini mulai berguguran satu persatu diantaranya, Agabus Rumwaropen, dan Stevie Mambor.

“Saya melihat ini adalah suatu kesedihan yang sangat dalam, membekas dan hamper bisa dikatakan kebanggaan musik di Paua itu perlahan-lahan sudah mulai masuk di massa senja. Jadi tinggal waktu malam lagi,”imbuhnya.

Padahal, menurutnya, group black brothers telah mewariskan spirit yang luar biasa kepada generasi musik di tanah Papua. Dimana, semangat untuk menjadi seorang seniman atau semangat untuk mengangkat talenta yang Tuhan sudah berikan.

“Akhirnya menjadi sejarah bagi anak-anak papua, dan karya-karya mereka itu memiliki nilai sepanjang massa. Saya yakin sekali, karya mereka akan bertahan sampai generasi berganti generasi . karena karya yang mereka ciptakan itu memang sangat berkaitan dengan kondisi riil, entah itu kondisi budaya, sosial, maupun politik di tanah papua, dan mereka itu corong,”aku Emal Rumwaropen.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada pemerintah di Provinsi Papua dan Papua Barat agar tida melihat kontribusi mereka (group black brothers) dengan sebelah mata, tetapi pemerintah harus memberikan apresiasi maupun menjadikan mereka sebagain pahlawan seni-budaya di tanah Papua. [free]