Pembatik Papua Dilatih Membatik Dengan Tinta Emas

854

Caption : Pelatih membatik prada dari Jawa Timur saat mencontohkan cara membuat batik prada di Sentani, Senin (13/11/2017) (Jainuri/PapuaSatu.com)

JAYAPURA,PapuaSatu.comKantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua berupaya meningkatkan pembatik di Papua agar bias menghasilkan batik bertinta emas dan perak (batik prada).Hal itu dengan mengggelar pelatihan batik prada yang diikuti sejumlah pembatik di Kota/Kabupaten Jayapura maupun siswa SMK, dengan mendatangkan pelatih batik prada dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“BI sendiri beberapa kali mencari batik prada tetapi tidak ada, makanya kita buat pelatihan ini agar mereka bisa membuat batik prada,” ungkap Yon Widiono, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM KPw BI Papua, kepada wartawan usai mebuka pelatihan batik di Sentani, Senin (13/11/2017).

Pelatihan batik prada yang digelar di Gerai Batik Khas Sentani, Kelompok Putri Dobonsolo milik Mama Ibo binaan Bank Indonesia, di Sentani tersebut diikuti 27 peserta dari ISBI Kota Jayapura, siswa/i SMKN 5 Kota Jayapura, pembatik dari Kelompok Putri Dobonsolo dan ibu-ibu PKK Kabupaten Jayapura.

Yon Widiono lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam pelatihan tersebut peserta tidak hanya diajarkan membuat batik prada, tetapi juga memproduksi tinta yang dipakai membatik prada yang menghasilkan warna emas dan perak, sehingga biaya produksinya lebih efisien.

“Kalau kita beli dari Jawa satu tube 20 ml harganya Rp60 ribu, sementara kalau membuat senidiri, untuk satu botol biayanya hanya Rp2.500,” kata dia.

Widiono menuturkan pelatihan membatik tersebut sbagai salah satu upayanya mengembangkan perekonomian Papua melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan.

Dalam pelatihan batik prada tersebut, pihaknya mendatangkan pembatik binaan BI Jawa Timur, yaitu dari kelompok Batik Bhre Tumapel, Malang.

Ia menambahkan, dalam pelatihan yang dilakukan di “Sanggar Batik Mama Ibo”, Sentani, kabupaten Jayapura, pihaknya juga akan memberikan materi tentang perdagangan dalam jaringan online (daring) yang kini hampir dilakukan untuk semua sektor perdagangan.

Hal itu untuk mengembangkan usahanya para pembatik di Papua agar siap menghadapi persaingan global.(ahmadj)