Pemkab Jayapura Latih Pemilik Ulayat Jaga dan Rawat Tower BTS

SENTANI, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar pelatihan 64 pemilik hak ulayat di wilayah yang menjadi lokasi pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) program Bakti Kominfo.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) Tbk sebagai perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi, PT Telkomsel sebagai operator seluler, serta Bank BRI sebagai mitra pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelatihan meliputi teknik perawatan (maintenance) tower BTS dan pemasaran produk-produk Telkomsel.

Wakil Bupati Jayapura, Haris RichardYocku, yang hadir dan membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Diskominfo yang melibatkan masyarakat adat dalam menjaga infrastruktur telekomunikasi.

“Kegiatan ini sangat baik karena menyangkut pemerataan jaringan, tetapi juga mendorong agar pemilik hak ulayat ikut terlibat menjaga tower yang dibangun di wilayahnya,” ujarnya.

Ia berharap jaringan yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung aktivitas masyarakat di era digital.

“Anak-anak di sekolah sekarang belajar daring, ibu-ibu juga bisa jualan lewat jaringan. Jadi fasilitas ini harus dijaga agar bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura,” katanya.

Wabup Haris juga menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga keberlanjutan pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah. “Kita bekerja bertahap, tidak bisa sekaligus. Semua harus melalui izin dan koordinasi dengan masyarakat. Yang terpenting, fasilitas ini harus berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Uut Suryanto, Area Manager PT IBS, menjelaskan bahwa perusahaannya bertugas melaksanakan pembangunan dan perawatan tower BTS atas penugasan dari Bakti Kominfo.

“Pelatihan ini adalah bagian dari sinergi dengan Telkomsel. Kami memberikan sosialisasi kepada site keeper atau penjaga tower agar mereka tahu cara merawat dan menjaga kebersihan, serta melaporkan jika ada gangguan sinyal,” terangnya.

Selain itu, pelatihan juga mencakup pemberdayaan ekonomi melalui kerja sama dengan Telkomsel untuk penjualan pulsa. “Dengan sinergi ini, kami berharap pemberdayaan bagi site keeper bisa maksimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat di sekitar lokasi BTS,” tambah Uut.[yat]