
SENTANI, PapuaSatu.com — Semangat memanfaatkan potensi alam untuk kesejahteraan masyarakat terus tumbuh di berbagai pelosok Kabupaten Jayapura.
Salah satunya datang dari Distrik Kaureh, di mana kelompok petani mulai merintis budidaya kopi dan kini mempromosikan hasilnya di stand Distrik Kaureh pada acara Pra Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV, di Sentani Timur, Sabtu (29/8/26).
Gerald Pagawak, salah satu penggagas sekaligus petani kopi di Distrik Kaureh, bercerita bahwa usaha ini baru dirintis sejak tahun 2021.
“Jadi tahun 2021 kami baru tanam sekitar lima puluh pohon, tapi yang berhasil hanya sekitar dua puluh pohon. Dan hasil pertama itu kita sudah panen, kemudian kita bawa turun di Persekutuan untuk promosi dan kami juga baru pengembangan lagi sekitar seratus pohon lagi,” ungkap Gerald di lokasi pameran.
Dari jumlah tersebut, yang pertama kali berhasil dipanen hanya berasal dari 19 pohon, menjadi awal yang membanggakan bagi kelompok pemula tersebut.
Lahan penanaman berada di Kampung Lapua, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, di luar area perusahaan kelapa sawit.
Gerald menjelaskan bahwa pihak Ondoafi (tokoh adat) setempat telah mendukung dan menyediakan lahan yang luas untuk pengembangan kopi. Luas lahan yang saat ini telah ditanami sekitar satu hektar, namun potensi lahan yang tersedia jauh lebih besar.
“Luas lahannya sangat luas… kalau ada dukungan berarti kita bisa kembangkan lebih luas lagi,” ujarnya.
Saat ini kelompok petani yang terlibat baru berjumlah 5–6 orang, karena skala usaha masih kecil dan sebagian besar anggota juga bekerja sebagai karyawan di perusahaan sekitar, sehingga budidaya kopi menjadi kegiatan pengisi waktu luang sekaligus penambah penghasilan.
Meski potensi kopi di wilayah tersebut dinilai sangat besar, pengembangan usaha masih terkendala berbagai hal.
“Kami terkendal logistik untuk orang kerja, perawatan, mulai dari peralatan, mungkin gudang produksi, itu kami sangat perlu. Sementara ini kita masih di rumah perusahaan, jadi butuh rumah produksi sendiri di kebun supaya kita serius di sana,” jelas Gerald.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Jayapura dapat memberikan perhatian dan dukungan, baik berupa bantuan peralatan, sarana pasca-panen, maupun rumah produksi, agar budidaya kopi di Kaureh dapat berkembang lebih besar dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Kami ingin usaha kami bisa didorong lagi karena kami melihat potensi kopi di sini besar sekali. Jadi kami berharap bisa didorong supaya kita mengembangkan lebih besar lagi,” harap Gerald.[redaksi]










