
SENTANI, PapuaSatu.com — Bupati Kabupaten Jayapura, Dr. Yunus Wonda, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pra Festival Danau Sentani (FDS) ke-XV tahun 2026, Sabtu (29/8/2026) di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa penutupan Pra FDS bukan berarti kegiatan di lokasi tersebut berhenti.
“Jadi bukan berarti kita tutup hari ini, terus berarti selesai. Tidak. Bapak Ibu, kalau masih mau datang, silakan, ini terus akan buka sampai tanggal 2 September. Tanggal 3 itu puncak event,” ujarnya di hadapan para peserta pameran dan masyarakat.
Ia mengimbau seluruh pengelola stan untuk tetap melayani pengunjung dan tidak menutup usahanya.
“Kepada semua stan-stan, jangan tutup, karena di sini akan terus melayani semua masyarakat yang akan datang. Acara di depan panggung pasti akan ada, tetapi sudah bebas untuk hadir. Besok sore terus berjalan, sampai Senin, Selasa, dan seterusnya. Sampai kita akan masuk di puncak, yaitu tanggal 3 September,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lokasi kegiatan. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersihan dan kedisiplinan, menjadikan kawasan Pantai Khalkote sebagai kebanggaan bersama warga Kabupaten Jayapura.
“Terima kasih untuk seluruh masyarakat, dan semuanya sudah menjaga kebersihan. Mari kita terus budayakan kebersihan. Mari kita budayakan kedisiplinan kita untuk menjaga lokasi ini, dan lokasi ini menjadi kebanggaan kami semua masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ucapnya.
Lebih jauh, Bupati Yunus Wonda menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pameran yang permanen.
“Lokasi ini akan menjadi, kalau dulu orang kenal expo, maka kita akan buat, biarlah expo itu akan ada di Kabupaten Jayapura. Sekali lagi, bahwa setelah event puncak FDS selesai, kita akan tutup di tanggal 5 nanti, lokasi ini tidak akan kami tutup,” ungkapnya.
Semua fasilitas, termasuk stan kuliner dan bangunan yang telah dibangun Dinas Pariwisata, akan tetap beroperasi. Hal ini bertujuan agar roda ekonomi terus berputar di kawasan tersebut.
“Jadi semua yang ada kuliner-kuliner, apapun yang ada di rumah, bangunan yang sudah dibangun oleh Dinas Pariwisata, itu akan tetap berjalan. Dan di tempat ini, ekonomi harus hidup. Ekonomi harus hidup di Kabupaten Jayapura,” pungkas Bupati Yunus Wonda.[redaksi]










