Festival Humboldt, Wujud Harmoni Budaya Port Numbay

1939
Pemukulan Tifa bersama oleh Plt Gubernur Papua Soedarmo, Perwakilan Kementrian Pariwisata, Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, Ketua LMA Portnumbay, Ketua Panitia menandakan Festival Teluk Humboldt resmi dibuka
Caption : Pemukulan Tifa bersama oleh Plt Gubernur Papua Soedarmo, Perwakilan Kementrian Pariwisata, Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, Ketua LMA Portnumbay, Ketua Panitia menandakan Festival Teluk Humboldt resmi dibuka. Foto : Moza/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Festival Teluk Humboldt resmi dibuka secara bersama–sama oleh Penjabat Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, perwakilan Kementrian Pariwisata, Walikota Jayapura, Wakil Walikota Jayapura, Ketua DPRD Kota Jayapura, Ketua LMA Port Numbay. Pembukaan berlangsung di ruas jalan Ring Road, Hamadi-Kota Jayapura Papua, pada Minggu, (5/8 2018).

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Walikota Jayapura atas kebijakan yang dilakukan, salah satunya mempertahankan nilai – nilai budaya di Kota Jayapura.

“ daerah atau Negara yang maju adalah Negara atau daerah yang mampu mepertahankan nilai – nilai budaya yang ada. Memeng harus dilakukan karena untuk mempertahankan nilai – nilai budaya wajib dilakukan oleh tiap daerah,” kata Soedarmo.

Dikatakan, dengan mempertahankan nilai budaya maka kita bisa mengfilter budaya – budaya asing atau budaya trans nasional yang bisa mempengaruhi budaya yang ada. “kegiatan ini terus dilanjutkan agar nilai – nilai  yang sebagian sudah ditampilkan dalam vestifal ini akan terus ada dan akan terus bisa kita lestarikan sampai beribu tahun berikutnya,”harapnya.

Salah satu tarian dari Kampung W  aromo, Kota Fanimo , PNG  yang ditampilkan dalam opening seremonial Festival Teluk Humboldt
Caption: Salah satu tarian dari Kampung W aromo, Kota Fanimo , PNG yang ditampilkan dalam opening seremonial Festival Teluk Humboldt. Foto : Moza/PapuaSatu.com

Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, dalam kepemimpinannya ia akan terus mempertahankan kearifan lokal yang ada di 14 Kampung  baik Tarian, Bahasa dan Makananan khas. Hal ini dilakkan agar kearifan lokal Port Numbai tidka punah walaupun kota ini maju dan berkembang.

“Mereka harus mempertahankan Tarian–tarian Adat di kampung – kampung supaya ditengah Kota yang modern ini adat  mereka tidak hilang. Biarlah anak cucu mereka menikmati adat itu dengan baik. Ini visi saya dalam mempertahankan nilai – nilai kearifan lokal,” tuturnya.

Untuk itu dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73  dan melalui Festival Teluk Humboldt ini, semua Kampung bisa menampilkan budaya mereka masing – masing.

Oleh karenanya, Walikota menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk datang dan turut meramaikan Festival Humboldt  yang akan digelar selama 3 hari dari tanggal 5,6 dan 7 Agustus 2018 nanti.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat  Adat (LMA)  Port Numbay, George Awi menyampaikan pagelaran Vestival Huboldt yang mengusung tema “ Harmoni Budaya “ sejalan dengan  dengan Pencanangan Harmoni Indonesia 2018 oleh Presiden Joko Widodo dan juga dilakukan di seluruh Provinsi. “Ini menandakan ada harmoni antara pemerintah pusat dengan pemerintah Kota Jayapura,” paparnya.

Menurutnya, dengan festival ini memberikan ruang  bagi masyarakat adat untuk mengekspresikan  segala budaya yang dimiliki sekaligus dikemas dan dikelola dengan nilai – nilai estetika sehingga menarik pengunjung.

“Sebagai ibukota provinsi papua kita harus siapakn ini. Timakasi untuk walikota yang telah menyiapkan ruang untuk kami mengakspresikan  budaya yang kami miliki di kampung – kampung. Festival ini sebagai sarana hiburan dan informasi agar semua orang  tau inilah portnumbay,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Panitia Festival Humboldt, Matias Mano menyampaikan, Festival Teluk Humboldt ini sebagai ajang promosi pariwisata  Kota Jayapura sekaligus mendukung  salah satu program prioritas pemerintah dari sector pariwisata untuk mendatakan 17 juta wisatawan di tahun 2018.

“ kegiatan festifal ini mengusung tema harmoni budaya yang diartikan seirama berkarya membangun kota jayapura,”ujarnya.

Dikatakan, Festival ini  dibagi dalam tiga segmentasi yaitu menampilkan pagelaran tradisional  dari  seluruh kampung adat yang ada di  portnumbay mulai tari, kuliner dan asesoris. Serta memberikan ruang bagi ikatan kerukunan atau paguyuban yang ada di kota jayapura. [moza]